Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, Prabowo: Teknologi Harus Diolah Jadi Industri

Presmian pabrik kendaraan listrik
Presmian pabrik kendaraan listrik
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM  – Fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang diresmikan Presiden Prabowo pada Kamis (9/4/2026).

Peresmian ini menjadi langkah nyata Indonesia menuju industrialisasi berbasis teknologi bersih dan transportasi ramah lingkungan. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada sektor swasta nasional yang konsisten berperan dalam pembangunan industri.

banner 325x300

“Saya sangat menyambut baik inisiatif yang telah diambil oleh Anindya Bakrie beserta keluarga dan kelompok usahanya. Kontribusi sektor swasta sangat penting bagi transformasi industri nasional,” ujar Presiden Prabowo.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas produksi kendaraan listrik di Indonesia, tetapi juga mendorong ekosistem industri hijau yang berkelanjutan.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran industri kendaraan listrik merupakan langkah konkret menuju kemandirian energi Indonesia sekaligus memperkuat struktur industri nasional. Menurutnya, negara sebesar Indonesia harus mampu membangun kemandirian di sektor-sektor strategis, khususnya energi dan pangan.

“Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” tegas Prabowo. Pernyataan ini menegaskan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup; teknologi harus diubah menjadi industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.

Apresiasi untuk Anindya Bakrie dan VKTR

Presiden Prabowo secara khusus mengapresiasi langkah yang diambil oleh Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, beserta kelompok usahanya.

Ia menilai Anindya dan kelompoknya memiliki visi kuat untuk mendukung transformasi bangsa melalui industrialisasi berbasis teknologi. Langkah ini dianggap sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan hilirisasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi.

Peresmian fasilitas ini menegaskan bahwa industri kendaraan listrik bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri. Presiden Prabowo berharap ke depan, perusahaan nasional dapat bersaing di tingkat global.

Menjadi National Champion Indonesia

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan harapannya agar VKTR dapat berkembang menjadi salah satu national champion Indonesia di sektor otomotif. Ia membandingkan aspirasi ini dengan keberhasilan perusahaan otomotif Jepang dan Korea Selatan.

“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ungkap Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen global yang mampu bersaing dengan perusahaan besar dunia.

Transformasi Teknologi dan Industrialisasi Nasional

Peresmian fasilitas VKTR menjadi simbol tekad Indonesia untuk naik kelas dari pengguna teknologi menjadi produsen. Langkah ini mempertegas arah pembangunan nasional yang bertumpu pada hilirisasi sumber daya, inovasi berkelanjutan, dan kemandirian ekonomi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap langkah industrialisasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat.

Dengan hadirnya fasilitas perakitan kendaraan listrik ini, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan industri tidak hanya tentang kapasitas produksi, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem teknologi yang mandiri dan berkelanjutan. Industri kendaraan listrik menjadi salah satu pintu gerbang untuk menjadikan Indonesia pemain utama di pasar otomotif global.

(*)

 

banner 325x300