Rencana Pembangunan PSEL di TPA Sambutan, DPRD Samarinda Mendukung

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari

ANALITIKNEWS.COM – Rencana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL di Kota Samarida terus berproses.

Proyek tersebut direncanakan akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah

Tim gabungan dari Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Danantara dan PLN Pusat disebut telah melakukan verifikasi langsung ke TPA Sambutan.

Rencana pembangunan fasilitas PSEL di TPA Sambutan ini mendapat dukungan dari DPRD Kota Samarinda.

Dukungan ini sebagaimana disampaikan Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari.

Ia mengatakan saat ini pengeloolaan sampah membutuhkan solusii konkret jangka panjang, mengingat keterbatasan tempat pembuangan akhir.

Ia mengatakan saat ini kondisi TPA Bukit Pinang tak bisa lagi menampung sampah yang terus bertambah.

“Tempat pembuangan sampah di Samarinda sangat terbatas, karena di Bukit Pinang sudah penuh,” katanya.

Hal ini  membuat pemerintah perlu segera menyiapkan lokasi baru.

Diketahui Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan sekitar 13 hektare untuk pembangunan fasilitas PSEL di TPA Sambutan.

Di samping mengurangi penumpukan sampah, Celni berharap fasilitas PSEL di TPA Sambutan juga dapat menghasilkan energi listrik.

“Kita harus berproyeksi untuk memberikan solusi pembangkit yang baru dan lahan yang luas untuk menampung sampah,” pungkasnya.

Saat ini rencana pembangunan PSEL di TPA Sambutan terus berproses.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Suwarso mengatakan persiapan yang dilakukan saat ini mencakup kesiapan lahan, pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek, hingga penyediaan sumber air untuk mendukung operasional.

“Daerah menyiapkan lokasi, akses jalan, dan sumber air,” katanya, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penyediaan sumber air menjadi salah satu perhatian penting dalam proses persiapan proyek. Kebutuhan air dinilai vital karena proses pengolahan sampah menjadi energi listrik memerlukan pasokan air dalam jumlah memadai agar operasional fasilitas berjalan optimal.

(adv/dprdsmd)

1.088 Tayangan
Exit mobile version