ANALITIKNEWS.COM – Tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang masih bertahan di angka 5,75 persen pada tahun 2025 tak lepas dari sorotan legislatif Kota Samarinda.
Sorotan ini salah satunya datangan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar.
Ia menilai besarnya APBD Samarinda yang sempat mencapai Rp5,1 triliun belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya mampu menekan angka pengangguran secara masif,” tegas Anhar.
Memasuki tahun 2026, postur APBD Samarinda memang menyusut menjadi Rp3,1 triliun. Namun, DPRD menegaskan bahwa penurunan ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi fokus pada program pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan APBD harus dimaksimalkan demi kemaslahatan warga lokal.
“TPT kita masih lumayan tinggi, padahal sumbangsih APBD terhadap Produk Domestik Regional Bruto hanya berkisar 7 sampai 8 persen saja bagi pergerakan ekonomi daerah,” ujarnya.
Anhar menekankan bahwa proyek fisik bernilai ratusan miliar rupiah, seperti Teras Samarinda dan Terowongan Samarinda, belum mampu menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.
“Program pembangunan pemerintah sebenarnya cukup banyak. Tapi sayangnya, serapan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek tersebut sangat minim,” kritiknya.
Ia mencontohkan seperti pembangunan terowongan yang mayoritas pekerja dan material proyek justru berasal dari luar Kalimantan Timur.
“Mayoritas pekerjanya dari luar daerah. Belanja materialnya juga dari Surabaya dan Jakarta. Otomatis uangnya berputar di luar, tidak di daerah sendiri,” pungkas Anhar.
(adv/dprdsmd)
