ANALITIKNEWS.COM – Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari menanggapi potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik setelah muncul wacana pemberlakuan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.
Kenaikan biaya tersebut dipengaruhi kondisi geopolitik dunia yang masih memanas dan berdampak langsung terhadap harga energi global, termasuk sektor penerbangan.
Menurut Celni, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena akan berdampak luas terhadap masyarakat maupun aktivitas pemerintahan daerah.
Untuk itu, pihaknya berencana menggelar hearing bersama Dinas Perhubungan dan pihak terkait lainnya guna membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Rencananya kita akan melakukan hearing bersama Dishub dan juga mungkin nanti pihak terkait,” kata Celni.
Dampak ke Masyarakat dan Pemerintah
Celni menilai kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membutuhkan transportasi udara untuk perjalanan dinas maupun pelayanan tertentu.
“Masalah tiket memang tidak hanya berdampak di kita juga sebagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tapi juga di masyarakat luas,” ujarnya.
Ia mengatakan tingginya harga tiket pesawat saat ini mulai menjadi perhatian banyak pihak, terutama karena biaya perjalanan udara menjadi salah satu kebutuhan penting di daerah yang bergantung pada konektivitas antarkota dan antarprovinsi.
Hearing Segera Dilaksanakan
Lebih lanjut, Celni memastikan DPRD Samarinda akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan harga tiket pesawat dan kaitannya dengan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Jadi memang kita lagi mau panggil terkait masalah BBM dan juga masalah tiket,” katanya.
Saat ditanya mengenai jadwal pelaksanaan hearing tersebut, Celni memastikan pembahasan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Secepatnya ada pembahasan,” pungkasnya.
