ANALITIKNEWS.COM – Ketua DPP PKS yang juga anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memperkuat mitigasi menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau, terutama untuk melindungi masyarakat dari risiko paparan abu vulkanik.
Ia menilai erupsi tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan kebencanaan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.
“Erupsi Anak Krakatau harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan kebencanaan, tetapi juga sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan yang memadai, terutama dari risiko paparan abu vulkanik,” kata Netty kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Kelompok Rentan Harus Jadi Prioritas
Netty meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dalam menghadapi dampak kesehatan akibat erupsi. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Menurut Netty, pemerintah perlu menyiapkan bentuk perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut. Ia menegaskan bahwa pembagian masker saja belum cukup untuk mengantisipasi seluruh risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
“Kelompok rentan memiliki kebutuhan perlindungan yang lebih khusus. Mereka harus menjadi prioritas dalam mitigasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Namun perlindungan tidak cukup hanya dengan membagikan masker,” katanya.
Pemerintah Diminta Perkuat Informasi
Selain memberikan perlindungan langsung, Netty meminta pemerintah menyampaikan informasi yang jelas mengenai kondisi kualitas udara, tingkat risiko paparan abu vulkanik, serta langkah yang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Ia menilai masyarakat perlu mendapatkan panduan praktis mengenai kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah, kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan, hingga kondisi yang mengharuskan warga segera mencari pertolongan kesehatan.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang sederhana, cepat dan mudah dipahami. Kapan harus membatasi aktivitas di luar rumah, siapa yang harus lebih berhati-hati, dan kapan harus segera mencari pertolongan kesehatan,” papar Netty.
Netty juga mendorong koordinasi antarlembaga yang berwenang agar informasi terkait erupsi dan dampak kesehatannya tersampaikan secara terpadu. Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang utuh untuk mengambil langkah perlindungan.
“Informasi mengenai aktivitas gunung, sebaran abu, dan langkah perlindungan kesehatan harus saling terhubung. Jangan sampai masing-masing lembaga bekerja sendiri-sendiri sementara masyarakat membutuhkan informasi yang utuh,” tambahnya.
(*)
