ANALITIKNEWS.COM – Jumlah titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) dilaporkan terus berkurang setelah tim gabungan melakukan pemadaman selama beberapa hari terakhir. Meski demikian, Otorita IKN tetap memperkuat patroli dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan kebakaran yang masih terjadi berada cukup jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Titik api terdekat berjarak sekitar 30-40 kilometer dari kawasan inti.
“Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti,” ujar Danis dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Pemadaman Dilakukan dari Darat dan Udara
Otorita IKN bersama TNI, Polri, Babinsa, masyarakat, dan sejumlah pihak terkait terus menangani titik-titik kebakaran yang dapat dijangkau melalui jalur darat. Tim juga melakukan pemantauan untuk memastikan api yang telah dipadamkan tidak kembali muncul.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, tim mengerahkan pemadaman dari udara menggunakan water bombing. Operasi tersebut mendapat dukungan dari BNPB, TNI, dan BMKG.
Danis mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
“Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh,” ujar Danis.
Dua wilayah yang masih menjadi perhatian utama tim adalah Bukit Tengkorak dan Wonotirto. Petugas terus memantau kondisi di kedua lokasi tersebut untuk memastikan tidak terjadi perluasan kebakaran.
Area Terdampak 458 Hektare
Otorita IKN juga meluruskan informasi mengenai luas 458 hektare yang disebut terdampak karhutla. Danis menegaskan angka tersebut tidak berarti seluruh area seluas 458 hektare mengalami kebakaran.
Area tersebut, kata dia, mencakup wilayah yang memiliki sejumlah titik kebakaran. Dengan demikian, luas lahan yang benar-benar terbakar lebih kecil daripada luas area terdampak.
“458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api,” jelas Danis.
Titik Api Ditemukan di Tol Balikpapan-Samarinda
Selain Bukit Tengkorak dan Wonotirto, tim gabungan kembali menemukan titik api di kawasan Tol Balikpapan-Samarinda KM 31 pada Selasa pagi. Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga langsung bergerak melakukan penanganan.
TNI AU turut mengerahkan water bombing untuk membantu memadamkan api dari udara. Metode tersebut juga digunakan di beberapa lokasi di Bukit Tengkorak dan Bukit Merdeka yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing. Kemudian di beberapa titik di Bukit Merdeka juga kita lakukan water bombing,” ujar Danis.
Otorita Tingkatkan Kewaspadaan
Meskipun kondisi titik api menunjukkan penurunan, Otorita IKN belum menghentikan operasi pemantauan. Tim darat bersama TNI dan Polri terus melakukan patroli di sejumlah kawasan untuk mendeteksi potensi kebakaran baru.
Otorita memastikan setiap titik api yang kembali muncul akan segera ditangani. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah karhutla meluas ke wilayah lain sekaligus menjaga kondisi kawasan IKN tetap terkendali.
(*)
