ANALITIKNEWS.COM – Ivar Jenner kembali mencuri perhatian di lingkungan Timnas Indonesia. Penampilan konsisten gelandang berusia 22 tahun itu selama pemusatan latihan (TC) di Bali membuat pelatih John Herdman memberikan apresiasi tinggi.
Herdman menilai perkembangan Ivar terus terlihat dari hari ke hari dan menjadi salah satu modal penting bagi skuad Garuda dalam mempersiapkan diri menghadapi agenda internasional.
Menurut Herdman, pengalaman yang dimiliki Ivar memberikan dampak positif terhadap permainan Timnas Indonesia.
Ia melihat mantan pemain FC Utrecht U-21 tersebut tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga terus meningkatkan kualitasnya setiap kali menjalani latihan.
“Pengalamannya [Ivar] sangat membantu kami. Dia pria yang percaya diri dan terus berkembang dan semakin baik setiap kali saya bekerja dengannya,” kata Herdman dilansir dari Detik.
Pelatih asal Inggris itu mengaku menikmati proses bekerja bersama Ivar selama dua pekan terakhir. Baginya, gelandang kelahiran Belanda tersebut selalu menghadirkan perkembangan baru dalam setiap sesi latihan.
“Dia selalu menunjukkan sesuatu yang baru dan berbeda. Sangat senang bersamanya selama sekitar dua minggu ini,” tambah Herdman.
Jadi Pengatur Irama Permainan Garuda
Ivar Jenner kini menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia di sektor tengah. Kemampuannya mengatur tempo permainan membuat aliran bola Garuda lebih terarah ketika membangun serangan maupun saat mengendalikan jalannya pertandingan.
Selain piawai mendistribusikan bola, Ivar juga mampu menjaga ritme permainan sehingga lini tengah Timnas Indonesia tampil lebih seimbang. Perannya sebagai penghubung antarlini membuat serangan Garuda mengalir lebih efektif.
Didikan Akademi Belanda Jadi Nilai Tambah
Perjalanan karier Ivar di Belanda turut membentuk kualitas permainannya. Sebelum berkarier di level senior, ia pernah mengenyam pendidikan sepak bola di akademi Ajax Amsterdam sebelum melanjutkan perkembangannya bersama FC Utrecht.
Pengalaman tersebut membentuk pemahaman taktik dan kecerdasan bermain Ivar. Bekal itu membuat pemain dengan tinggi badan 186 sentimeter tersebut mampu membaca situasi pertandingan dengan baik dan mengambil keputusan secara cepat di lapangan.
(*)
