Sosok Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU yang Kini Jabat Menteri Sosial

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dilantik sebagai Menteri Sosial (Mensos).
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Gus Ipul menggantikan Tri Rismaharini yang mundur usai daftar calon gubernur Jawa Timur di Pilkada 2024.

banner 325x300

Pelantikan Gus Ipul sebagai Mensos berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/9/2024). 

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 102 P Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024 yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.

Usai Keppres dibacakan, Kepala Negara memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul. 

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Gus Ipul di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab,” imbuh Sekjen PBNU tersebut.

Selanjutnya, Gus Ipul menandatangani berita acara pengambilan sumpah jabatan bersama Presiden Joko Widodo.

Diketahui, Gus Ipul merupakan sosok yang malang-melintang sebagai tokoh publik. Ia adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2022-2027. Ia pun pernah menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan sejak 26 Februari 2021.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada tahun 2009-2019 dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia pada 2004-2007.

Sekjen PBNU ini lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 28 Agustus 1964. Ayahnya adalah H. Ahmad Yusuf Cholil dengan Hj. Sholichah Hasbulloh. Dia juga cicit dari Bisri Syansuri, yang merupakan kakek Gus Dur.

Saifullah Yusuf mulai memupuk karier politik saat berkiprah di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengawali karir sebagai Plh Ketua Umum GP Ansor pada tahun 1999.

Dikutip Kompas.com, pada 1999, Saifullah Yusuf ditunjuk menjadi ketua umum menggantikan posisi Iqbal Assegaf yang wafat. Pada era reformasi, karier politik Gus Ipul kian menanjak setelah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Dia kemudian terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi PDI-P pada pemilihan umum (pemilu) pertama pada era reformasi. Namun, pada awal 2002, Saifullah Yusuf meninggalkan kursi anggota DPR RI yang diraihnya bersama PDI-P dan pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketika Muktamar PKB 2002, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Tanfidz PKB (2002–2007).

Tidak lama berselang, dia kembali duduk di kursi legislatif dengan bendera PKB hingga akhir 2004.

Pada masa pemerintahan Presiden SBY, Saifullah Yusuf pernah mendapat amanah untuk mengemban jabatan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal periode 2004–2009.

(*)

banner 325x300