Putin Umumkan Gencatan Senjata Sepihak di Ukraina Selama Tiga Hari

Presiden Rusia, Vladimir Putin
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata sepihak yang akan berlangsung selama tiga hari di wilayah Ukraina, mulai 8 hingga 10 Mei 2025.

Keputusan ini datang menjelang peringatan Hari Kemenangan (Victory Day), yang diperingati pada 9 Mei setiap tahunnya, untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada tahun 1945 dalam Perang Dunia II.

banner 325x300

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kremlin, pengumuman gencatan senjata tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan untuk mengenang perjuangan besar rakyat Soviet.

Kremlin menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menghormati momen bersejarah tersebut.

Namun, Kremlin juga memberikan peringatan tegas kepada Ukraina, dengan menyatakan bahwa jika gencatan senjata dilanggar oleh pihak Ukraina, Rusia akan memberikan “respons yang efektif” sebagai tanggapan terhadap pelanggaran tersebut.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa meskipun Rusia menunjukkan niat untuk meredakan ketegangan untuk sementara waktu, mereka tetap mempertahankan sikap tegas terhadap kemungkinan pelanggaran.

“Rusia percaya bahwa pihak Ukraina harus mengikuti contoh ini. Jika ada pelanggaran gencatan senjata dari pihak Ukraina, angkatan bersenjata Rusia akan memberikan respons dan tanggapan yang efektif,” bunyi pernyataan Kremlin seperti dikutip AFP pada Senin (28/4).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons pengumuman gencatan senjata tiga hari yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia menuding gencatan senjata itu sebagai upaya manipulasi.

“Sekarang ada upaya manipulasi baru: untuk beberapa alasan, semua orang harus menunggu hingga 8 Mei,” kata Zelensky dalam pidato hariannya dilansir AFP, Selasa (29/4/2025).

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy menyampaikan bahwa Ukraina menginginkan gencatan senjata lebih lama. Ukraina, kata Andriy, ingin gencatan senjata berlangsung selama 30 hari.

“Jika Rusia benar-benar menginginkan perdamaian, mereka harus segera menghentikan tembakan. Mengapa harus menunggu hingga 8 Mei?” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga di X.

(*)

banner 325x300