Mendagri Dorong Pemda Jadikan Kompetisi Kinerja sebagai Penggerak Pembangunan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian

ANALITIKNEWS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memperkuat kinerja pembangunan dan pelayanan publik melalui kompetisi antardaerah.

Ia ingin persaingan tersebut tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi mendorong perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Tito menyampaikan hal tersebut dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9) malam.

Menurut Tito, kompetisi kinerja dapat menjadi momentum bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk mempercepat berbagai agenda pembangunan.

Pemerintah daerah perlu memanfaatkan evaluasi kinerja sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian Tito adalah Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan sampah, kebersihan, dan lingkungan.

“Bapak Presiden sangat mengangkat isu ini, yaitu isu yang jadi salah satu dari delapan Asta Cita beliau, penanganan masalah sampah, kebersihan, dan yang kemas oleh beliau dalam suatu konsep yang lebih besar yang disebut Indonesia ASRI,” ujar Tito dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Pemda Diminta Sesuaikan Program dengan Kondisi Wilayah

Tito menjelaskan, pemerintah menggunakan sejumlah indikator untuk mengukur kinerja pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

Indikator tersebut meliputi akses serta kualitas layanan kesehatan, implementasi Program Tiga Juta Rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan melalui konsep ASRI, serta akses dan layanan pendidikan.

Ia meminta pemerintah daerah menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui kebijakan dan langkah nyata.

Setiap daerah, kata Tito, dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam penataan lingkungan perkotaan, Tito juga menyoroti pengelolaan media promosi di ruang publik.

Pemerintah daerah perlu memastikan keberadaan papan reklame maupun sarana promosi tidak mengganggu estetika dan tata ruang kota.

Tito mencontohkan penggunaan videotron sebagai salah satu solusi. Sejumlah pemerintah daerah telah mulai memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menata ruang promosi.

“Videotron seperti ini, di Jakarta sudah dimulai, di Semarang, di Bandung, di beberapa kota lain, mereka membuat videotron, dan kemudian yang akan memasang promosi ya,” katanya.

Arahan Presiden untuk Perkuat Gerakan Indonesia ASRI

Tito menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan arahan langsung kepada para kepala daerah terkait Gerakan Indonesia ASRI. Pemerintah berharap arahan tersebut memperkuat implementasi program di daerah.

Selain pembenahan lingkungan, kompetisi antardaerah juga diarahkan untuk meningkatkan pelayanan dasar. Tito berharap penghargaan dapat memotivasi pemerintah daerah untuk mempertahankan capaian dan memperbaiki kinerja yang masih perlu ditingkatkan.

Ia juga mengapresiasi pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI yang mendukung penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

“Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah mendapatkan penghargaan. Bagi yang belum, ya mudah-mudahan bisa termotivasi. Bagi yang sudah dapat penghargaan, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya. Dan rekan-rekan juga menjadi bukti malam ini, cukup banyak kepala daerah yang bagus-bagus,” pungkasnya.

(*)