Golden Dome dan Logam Tanah Jarang, Strategi Industri AS di Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan ambisinya terhadap Greenland, dengan menyebut wilayah Arktik itu sebagai kunci bagi sistem pertahanan rudal terbaru AS yang ia sebut “Golden Dome.”

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa kerangka kerja yang ia capai bersama NATO mencakup dua hal utama yaitu akses terhadap sumber daya mineral Greenland.

banner 325x300

Kemudian kolaborasi dalam pembangunan Golden Dome. Sistem ini sebagai jaringan sensor dan pencegat rudal untuk melindungi Amerika Utara dari potensi serangan asing.

“Mereka akan terlibat dalam Golden Dome, dan mereka juga akan terlibat dalam hak mineral, begitu pula kami,” kata Trump, Kamis (22/1/2026).

Greenland menempati peringkat kedelapan dunia dalam cadangan logam tanah jarang.

Trump menjadikan pengembangan rantai pasok logam tanah jarang sebagai tujuan utama kebijakan industrinya untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada China.

Logam tanah jarang untuk memproduksi magnet yang menjadi komponen penting dalam sistem persenjataan, kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan industri strategis lainnya.

Greenland merupakan wilayah otonom yang menjadi bagian dari kerajaan Denmark dan memiliki cadangan mineral yang beragam dan strategis bagi industri modern. Greenland menyimpan 25 dari 34 mineral yang dikategorikan oleh Komisi Eropa sebagai bahan baku penting.

Otoritas Sumber Daya Mineral Greenland mencatat bahwa negara ini memiliki deposit mineral utama yang tersebar di berbagai wilayah. Berikut beberapa jenis cadangan mineral yang menjadi sorotan:

Logam Tanah Jarang

Greenland memiliki tiga deposit logam tanah jarang di wilayah selatan, tepatnya di Provinsi Gardar. Beberapa perusahaan yang menunjukkan minat eksplorasi antara lain Critical Metals Corp, Energy Transition Minerals, dan Neo Performance Materials. Logam tanah jarang merupakan bahan penting untuk industri elektronik dan energi terbarukan.

Grafit
Bahan baku grafit yang berperan dalam produksi baterai kendaraan listrik dan industri baja juga tersedia di Greenland. Deposit grafit tersebar di beberapa pulau, dengan proyek eksploitasi oleh perusahaan seperti GreenRoc, melalui proyek bernama Amitsoq.

Tembaga
Sebagian besar cadangan tembaga di Greenland masih dalam tahap eksplorasi terbatas. Perusahaan seperti 80 Mile telah melakukan penelitian di wilayah Disko-Nuussuaq, yang juga mengandung nikel, platina, dan kobalt.

Nikel
Cadangan nikel di Greenland tercatat cukup signifikan, meski volume pastinya belum publikasikan. Anglo American, misalnya, telah memperoleh izin eksplorasi sejak 2019 di wilayah barat Greenland dan kini tengah melanjutkan tahap penelitian lebih lanjut.

Emas
Wilayah Fjord Sermiligaarsuk di selatan Greenland disebut prospektif untuk cadangan emas. Amaroq Minerals memulai kegiatan penambangan emas pada 2025 di pegunungan Nalunaq, Munisipalitas Kujalleq.

Berlian
Otoritas mineral mencatat adanya cadangan berlian di wilayah barat Greenland, dengan potensi serupa di beberapa kawasan lain yang sedang diteliti.

Bijih Besi
Deposit bijih besi terdapat di tiga wilayah utama: Isua di barat daya, Itilliarsuk di barat tengah, dan sepanjang pesisir Lauge Koch Kyst di barat laut.

Titanium dan Vanadium
Kedua logam ini ditemukan di wilayah barat daya, timur, dan selatan Greenland. Titanium banyak digunakan dalam industri komersial, medis, dan teknik.

Uranium
Penambangan uranium sempat dilarang di Greenland ketika partai Inuit Ataqatigiit mendominasi pemerintahan pada 2021. Larangan ini sekaligus menghentikan penambangan logam tanah jarang di Kuannersuit yang sempat beroperasi. Saat ini, status uranium masih menjadi topik regulasi yang sensitif di Greenland.

Menarik Minat Perusahaan Global

Potensi mineral Greenland telah menarik perhatian perusahaan-perusahaan global, terutama dari sektor energi, teknologi, dan pertambangan. Beberapa analis menilai cadangan logam tanah jarang dan bahan baku baterai menjadi komponen kunci dalam transisi energi global.

Seiring dengan perkembangan ini, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pernyataan terkait Greenland. Dalam unggahannya di platform Truth Social pada Rabu kemarin, Trump menyebut bahwa ambisi Amerika Serikat untuk mengambil peran strategis di Greenland terkait dengan alasan keamanan nasional.

“NATO akan jadi lebih kuat dan efektif jika Greenland jatuh ke tangan Amerika Serikat,” tulis Trump.

(*)

1.174 Tayangan
banner 325x300