Dukung Gerakan Hijau, DPRD Siap Fasilitasi Aksi Nyata FPPL

FORUM - M. Andriansyah, S. Hut, MP, menyimak perbincangan hangat bersama perwakilan Forum Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Sungai Pinang (Foto : RRI/Dedi)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Gerakan lingkungan berbasis komunitas di Kota Samarinda mendapat angin segar. Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di sebuah kafe di Jalan Alaya, Kecamatan Sungai Pinang, Jumat malam (30/5/2025), Forum Pemuda Peduli Lingkungan (FPPL) resmi menggandeng Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, S.Hut., MP, sebagai pembina forum.

Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi titik awal kolaborasi strategis antara kalangan legislatif dan komunitas pemuda. Dalam diskusi yang berlangsung akrab namun penuh gagasan, Andriansyah menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap setiap program dan kegiatan FPPL, selama berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

banner 325x300

“Insyaallah saya akan support full. Yang penting konsisten, fokus, dan komitmen. Kalau tidak, semua tinggal jadi nama dan dokumen saja,” tegasnya dalam diskusi.

Andriansyah menilai selama forum ini mampu menunjukkan keseriusan dalam menyusun rencana kerja dan menjalankan aksi nyata di lapangan, maka DPRD, khususnya dirinya secara pribadi siap memfasilitasi, baik dalam bentuk pendampingan, pembinaan, maupun bantuan yang bersifat teknis dan material.

“Saya diundang dan diminta menjadi pembina forum ini. Saya sangat senang, karena ini sejalan dengan visi saya. Tapi saya tegaskan, forum ini jangan sekadar ada. Harus aktif berkegiatan, menyusun program kerja, dan menjalankan aksi nyata di masyarakat,” katanya.

Dalam forum tersebut, Andriansyah juga menyoroti persoalan persampahan yang menurutnya tak kunjung selesai selama puluhan tahun karena akar masalahnya bukan pada infrastruktur, melainkan pada perilaku masyarakat.

“Sampah tidak punya nilai ketika tidak dipilah. Tapi begitu dipilah, itu jadi komoditas. Ini yang sedang kita bangun: konsep dari rumah tangga hingga ke pengepul, agar siklus sampah ini bernilai,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa ketertarikannya terhadap isu pengelolaan sampah berangkat dari dialog bersama Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, mitra kerja Komisi III DPRD yang ia emban. Dalam percakapan itu, muncul kesadaran bahwa perlu ada gerakan sistematis yang menyasar akar persoalan: edukasi dan partisipasi masyarakat.

Ke depan, Andriansyah berharap gerakan-gerakan seperti FPPL tidak hanya berhenti pada level komunitas. Ia membuka ruang agar forum-forum lingkungan pemuda bisa turut menjadi masukan dalam perumusan kebijakan kota, terutama dalam penyusunan program-program pemberdayaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kalau Samarinda bersih, nyaman, orang pasti mau datang. Wisata berkembang, investor pun lebih percaya diri menanamkan modal. Semua saling terkait,” ujarnya.

Komitmen legislatif dalam mendukung inisiatif masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita besar kota. Terutama dalam isu lingkungan yang selama ini masih menjadi tantangan serius di Kota Samarinda.

Forum Pemuda Peduli Lingkungan Sungai Pinang kini mengemban tanggung jawab besar sebagai motor gerakan perubahan. Dengan dukungan dari legislatif dan semangat kolaboratif yang sudah mulai dibangun, komunitas ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi kecamatan lain di Samarinda.

Di akhir diskusi, Andriansyah berpesan agar pemuda tak ragu mengambil peran lebih besar dalam isu-isu publik.

“Jangan menunggu. Kalau kita mau lingkungan lebih baik, maka mulai dari kita sendiri. Dari rumah, dari RT, dari komunitas. Kalau ada gerakan nyata, percayalah, akan banyak pihak yang mendukung,” pungkasnya.

(Adv)

banner 325x300