ANALITIKNEWS.COM – Proses relokasi pedagang Pasar Subuh ke lokasi baru di Pasar Beluluq Lingau menyita perhatian serius dari DPRD Kota Samarinda.
Anggota Komisi II DPRD, Viktor Yuan, menilai bahwa kebijakan relokasi tersebut tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak langsung terhadap perekonomian pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas di Pasar Subuh.
“Ketika pedagang pindah dari lokasi yang ramai pembeli ke tempat baru, tentu akan ada penyesuaian dan tantangan. Bisa jadi pembeli belum tahu lokasi baru, atau suasananya belum mendukung seperti sebelumnya,” ungkapnya, Jumat (16/4/2025).
Viktor menilai relokasi ke Pasar Beluluq Lingau bahwa niat baik yang dilakukan Pemkot Samarinda tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan yang melindungi keberlangsungan usaha pedagang.
Ia mendorong Pemkot agar memberikan dukungan nyata kepada pedagang, baik secara finansial maupun non-finansial, guna mencegah terjadinya penurunan penghasilan drastis di lokasi baru.
“Saya berharap Pemkot bisa memberikan bantuan. Entah dalam bentuk subsidi atau dukungan peningkatan pendapatan agar para pedagang tidak terlalu terbebani. Kita juga akan coba lakukan pendekatan dan penguatan komunikasi dalam satu bulan ke depan,” katanya.
Viktor juga menyesalkan lemahnya komunikasi antara pihak pemerintah dan pedagang sebelum relokasi dilakukan.
“Saya menyesalkan kejadian itu. Seharusnya komunikasi bisa dibangun dengan baik. Hal-hal seperti ini justru mencoreng nama baik lembaga DPRD,” tegasnya.
Sementara itu, mengenai status hukum lahan eks Pasar Subuh, Viktor menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik pribadi. Maka dari itu, secara hukum, pemilik sah memiliki hak penuh untuk menentukan fungsi lahan.
“Lahan itu milik pribadi, dan secara hukum pemiliknya memiliki hak untuk mengelolanya,” jelasnya.
Ia berkomitmen pihaknya akan menjadi jembatan antara pedagang dan pemerintah agar solusi yang diambil ke depan bersifat adil dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mengawal proses ini agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan layak, meski di lokasi baru. Jangan sampai mereka jadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” pungkasnya.
(Adv)










