DPRD Samarinda Ingatkan Prioritas Keselamatan dalam Revitalisasi Pasar Pagi

Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Di tengah ambisi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadikan Pasar Pagi sebagai ikon baru pusat perdagangan, perhatian terhadap aspek keselamatan konstruksi mencuat sebagai sorotan utama dari kalangan legislatif.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan bahwa modernisasi fisik dan estetika bangunan tidak boleh mengesampingkan standar keamanan. Apalagi, pasar yang tengah dibangun ini merupakan bangunan tujuh lantai yang akan digunakan oleh ribuan orang setiap harinya.

banner 325x300

“Bangunan megah tidak menjamin keselamatan. Kita bicara soal ribuan jiwa yang akan beraktivitas di dalamnya. Ini bukan sekadar proyek arsitektur, tapi fasilitas publik yang harus tahan terhadap risiko teknis jangka panjang,” tegas Deni, Senin (26/5/2025).

Ia menambahkan, evaluasi terhadap kekuatan struktur dan kualitas material harus dilakukan secara menyeluruh dan rutin. Terlebih, proyek ini akan menjadi salah satu pasar terbesar di Kaltim dan berpotensi menjadi titik keramaian tinggi.

“Estetika boleh bagus, tapi jangan sampai itu hanya kulit luar. Penilaian kekuatan bangunan harus berbasis hasil pengujian teknis, bukan sekadar visualisasi desain,” ujarnya.

Proyek Pasar Pagi saat ini memasuki tahap kedua dengan anggaran sebesar Rp148,5 miliar, meliputi penyekatan kios, instalasi listrik dan mekanikal, sistem pengelolaan limbah, serta pengecatan. Pengerjaan ini dijadwalkan rampung pada Oktober 2025.

Sementara itu, tahap pertama senilai Rp290 miliar telah diselesaikan, mencakup pembangunan struktur utama, pekerjaan baja, dan fasad.

Pasar Pagi akan dilengkapi fasilitas modern termasuk area parkir berkapasitas 104 mobil dan 709 motor, serta ratusan kios dengan ukuran bervariasi. Namun bagi DPRD, pembangunan itu belum cukup jika tidak memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli.

“Kami ingin Pasar Pagi jadi simbol kota yang modern dan tertib, tapi yang paling penting adalah rasa aman bagi semua yang beraktivitas di sana,” pungkas Deni.

(Adv)

banner 325x300