Ditolak Banyak Pihak, FIFA Hentikan Proyek Penjualan Saham Kompetisi

Presiden FIFA Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino

ANALITIKNEWS.COM – Rencana FIFA untuk membuka peluang kepemilikan saham kompetisi kepada pihak swasta resmi dihentikan.

Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan proposal yang sempat mencuat dan mencakup ajang Piala Dunia itu tidak akan dilanjutkan setelah muncul perbedaan pandangan dari berbagai anggota organisasi sepak bola dunia tersebut.

Infantino menyampaikan keputusan itu melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan FIFA mengambil langkah tersebut setelah mendengarkan berbagai masukan dari asosiasi anggota, Dewan FIFA, serta para pemangku kepentingan lainnya.

FIFA Batalkan Proyek FIFA Forward Enterprise

Sebelumnya, FIFA memperkenalkan gagasan melalui proyek FIFA Forward Enterprise yang bertujuan memperkuat perkembangan sepak bola global. Program tersebut dirancang untuk membantu asosiasi anggota FIFA, terutama negara-negara yang masih membutuhkan dukungan dalam membangun sepak bola.

“Proyek FIFA Forward Enterprise bertujuan untuk memperkuat anggota FIFA dan juga olahraga di dunia global, terutama pada negara-negara yang masih butuh dukungan.”

Infantino menjelaskan bahwa setiap rencana besar yang melibatkan FIFA harus melalui proses konsultasi dan mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota asosiasi.

“Dan seperti telah dikatakan sebelumnya, hal ini bisa dilakukan bila mayoritas anggota asosiasi mendukung dan selalu melalui proses konsultasi dengan mereka, Dewan FIFA, dan pemangku kepentingan lainnya,” tulis Infantino.

Ide Penjualan Saham Timbulkan Perdebatan

Proposal penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta sebelumnya menjadi salah satu rencana yang paling banyak mendapat sorotan. FIFA bahkan sempat memberikan batas waktu hingga September bagi negara anggota untuk memberikan persetujuan terhadap gagasan tersebut.

Dalam upaya mendapatkan dukungan, FIFA menawarkan tambahan dana pengembangan sepak bola sebesar US$40 juta kepada negara-negara yang menyetujui proposal tersebut.

Namun, dalam perkembangannya, rencana tersebut justru menimbulkan perbedaan pendapat di antara anggota FIFA. Infantino mengakui adanya friksi yang muncul akibat proposal itu.

“Setelah mendengarkan semua pandangan yang ada, jelas bahwa proyek ini menimbulkan perpecahan [pendapat], terlepas dari dukungan yang ada, ini semua tidak lagi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal.”

FIFA Utamakan Persatuan Anggota

Infantino menegaskan FIFA memilih menghentikan proposal tersebut karena tidak ingin keputusan strategis organisasi justru memicu perpecahan. Ia menilai tujuan utama FIFA adalah menyatukan anggota dan meningkatkan perkembangan sepak bola bersama.

“Tujuan kami selalu, dan akan selalu, untuk bersatu dan meningkatkan diri bersama-sama. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan,” tulis Infantino.

Dengan keputusan tersebut, FIFA memastikan rencana penjualan saham kompetisi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak swasta dalam ajang besar seperti Piala Dunia, tidak akan diteruskan untuk saat ini.

(*)