ANALITIKNEWS.COM – Era baru Manchester City resmi dimulai bersama Enzo Maresca. Datang sebagai penerus Pep Guardiola, pelatih asal Italia itu langsung menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan standar tinggi yang telah dibangun klub dalam satu dekade terakhir. Namun, Maresca memilih pendekatan berbeda dengan tidak terpaku pada target akhir musim dan lebih fokus membentuk tim secara bertahap.
Manchester City menunjuk Maresca sebagai pelatih baru setelah Guardiola mengakhiri masa baktinya bersama The Citizens. Keputusan tersebut menjadi langkah besar bagi klub yang sebelumnya menikmati periode penuh kesuksesan di bawah kendali Guardiola.
Manajemen City memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada Maresca untuk memimpin fase berikutnya di Etihad Stadium. Tanggung jawab yang diemban sang pelatih tidak ringan, mengingat Guardiola meninggalkan catatan luar biasa dengan 20 trofi selama satu dekade menangani klub.
Ekspektasi Tinggi Menanti Maresca
Selain harus melanjutkan warisan Guardiola, Maresca juga datang ketika Manchester City tengah berusaha kembali ke jalur dominasi. Kegagalan meraih gelar Premier League dalam dua musim terakhir membuat tekanan dari suporter dan publik semakin besar.
Meski begitu, Maresca mengaku memahami sepenuhnya tuntutan yang melekat pada klub sebesar Manchester City. Ia sadar bahwa kemenangan dan trofi merupakan bagian dari budaya klub, tetapi tidak ingin tekanan tersebut mengganggu proses pembangunan tim.
“Saya di sini mengerti ini adalah klub yang harus juara,” ujar Maresca di situs resmi klub.
Memilih Fokus pada Perkembangan Tim
Maresca menegaskan bahwa mengejar trofi bukan sesuatu yang baru baginya. Saat menangani Leicester City dan Chelsea, ia juga berada dalam situasi yang menuntut hasil positif.
“Di klub-klub sebelumnya di Leicester dan Chelsea, kami mempersembahkan gelar dan saya gabung tahu kalau kami harus juara, tapi saya tidak berpikir soal Mei atau Juni,” kata Maresca.
Menurutnya, perhatian utama saat ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas tim setiap hari, bukan hanya melihat hasil yang ingin dicapai pada akhir kompetisi.
“Saya berpikir soal masa kini, besok, 20 pemain muda dan bagaimana kami bisa berkembang, kemudian kita lihat saja dari hari ke hari,” tuturnya.
Membawa Rekam Jejak Positif
Maresca datang ke Manchester City dengan modal pengalaman dan prestasi dari klub sebelumnya. Ia berhasil membawa Chelsea meraih UEFA Conference League 2024/25 serta Piala Dunia Antarklub 2025. Sebelumnya, ia juga sukses mengantarkan Leicester City promosi ke Premier League pada musim 2023/24.
Kini, Maresca berharap filosofi dan proses yang dibangunnya dapat menjadi fondasi bagi Manchester City untuk kembali bersaing memperebutkan gelar di berbagai ajang.
(*)
