Bukan Menghakimi, DPRD Samarinda Dorong Edukasi untuk Cegah HIV/AIDS

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie

ANALITIKNEWS.COM – DPRD Kota Samarinda mendorong perubahan cara pandang masyarakat dalam menghadapi persoalan HIV/AIDS dengan mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif. 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menilai upaya pencegahan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan melalui tindakan yang bersifat menghakimi. Menurutnya, pemerintah bersama masyarakat perlu membangun pemahaman yang benar agar penanganan HIV berjalan efektif dan tidak memperbesar stigma terhadap orang dengan HIV.

“Pendekatan yang kita lakukan harus bersifat persuasif. Yang utama adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat, bukan memberikan hukuman ataupun menghakimi,” ujarnya.

Novan menjelaskan, keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap aturan dan mekanisme penanganan HIV menjadi salah satu penyebab munculnya tindakan yang tidak tepat di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang akurat mengenai pencegahan, pemeriksaan, hingga pengobatan HIV.

Perlindungan Data Pasien Jadi Jaminan Pemeriksaan HIV

DPRD Samarinda juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas orang yang menjalani pemeriksaan maupun pengobatan HIV. Novan menyebut Dinas Kesehatan Kota Samarinda telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur perlindungan data pasien.

Menurutnya, jaminan keamanan informasi tersebut menjadi faktor penting agar masyarakat tidak merasa takut melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan semakin banyak masyarakat yang berani melakukan screening, pemerintah dapat lebih cepat menemukan kasus dan memberikan penanganan medis.

Masyarakat yang merasa memiliki risiko atau mengalami gejala tertentu diimbau untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Petugas medis akan melakukan pemeriksaan sesuai prosedur tanpa membuka identitas pasien kepada publik.

“Jadi mereka boleh ikut dilakukan sebagai bagian dari screening,” terangnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Perlu Diperluas

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda, terdapat 184 kasus baru HIV yang terdeteksi hingga Mei lalu. Data tersebut menjadi perhatian bersama karena upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

DPRD Samarinda menyambut positif berbagai forum diskusi dan kegiatan edukasi yang digelar kelompok masyarakat untuk membantu pemerintah menyampaikan informasi terkait bahaya HIV/AIDS serta langkah pencegahannya.

“Pada prinsipnya, seluruh elemen dan pihak terkait harus memiliki komitmen yang sama untuk bersama-sama bergerak dalam upaya pencegahan HIV/AIDS,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota Samarinda akan memperluas sosialisasi pencegahan HIV/AIDS hingga tingkat lingkungan terkecil. Materi edukasi nantinya akan diintegrasikan melalui program Probebaya serta kegiatan di posyandu agar informasi dapat diterima masyarakat secara lebih luas.

“Hal ini menjadi perhatian sekaligus langkah konkret yang akan kami dorong bersama, khususnya antara DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda,” tandasnya.

(adv)