ANALITIKNEWS.COM – Persoalan krisis sumber daya manusia di sektor kesehatan kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, yang menjadi sorotan adalah minimnya keberadaan sopir khusus ambulans di sejumlah Puskesmas di Kota Samarinda. Meski armada ambulans tersedia, namun ketiadaan personel yang ditugaskan secara khusus untuk mengemudikannya dinilai menghambat efektivitas layanan medis darurat di lapangan.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyatakan keprihatinannya usai melakukan tinjauan langsung ke beberapa Puskesmas.
“Ini bukan lagi isu di atas kertas. Di lapangan terbukti, ambulansnya ada, tapi sopirnya tidak ada. Akibatnya, tenaga kesehatan yang harus menyetir sendiri, padahal mereka punya tugas medis lain yang tak kalah penting,” ujar Novan kepada awak media pada Rabu (16/7/2025).
Situasi seperti ini, kata Novan, sangat mengkhawatirkan, terlebih jika terjadi insiden mendadak seperti kecelakaan lalu lintas atau kondisi medis darurat yang memerlukan penanganan cepat. Keterlambatan mobilisasi bisa berakibat fatal bagi pasien.
“Ini jelas menyentuh aspek mendasar dari pelayanan kesehatan, bukan sekadar hambatan teknis. Kita bicara soal nyawa manusia,” tegasnya.
Selain ambulans, Novan juga menyoroti kondisi transportasi operasional secara umum di Puskesmas.
“Ini menyedihkan. Bagaimana pelayanan bisa maksimal jika urusan transportasi saja masih bermasalah? Padahal Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” imbuhnya.
Sebagai solusi sementara, Novan menyarankan agar setiap Puskesmas memiliki setidaknya satu hingga dua staf yang dibekali pelatihan mengemudi ambulans. Hal ini untuk memastikan bahwa dalam kondisi darurat, ambulans tetap bisa difungsikan tanpa harus menunggu kehadiran sopir profesional.
“Kalau belum mampu rekrut sopir khusus, ya staf yang ada dibekali pelatihan. Jangan sampai ambulans tidak bisa digunakan hanya karena tak ada yang bisa menyetir,” jelasnya.
Saat ini, Komisi IV DPRD Samarinda tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan operasional dan kebutuhan SDM di seluruh Puskesmas di kota ini. Pendataan ini akan menjadi dasar dalam pembahasan anggaran tahun 2026, terutama untuk menyusun strategi penambahan personel dan optimalisasi fasilitas layanan kesehatan dasar.
“Proses inventarisasi tetap berjalan, meski kita dalam masa transisi. Harapannya, ke depan tidak ada lagi ambulans yang terparkir sia-sia. Semua harus siap jalan, dan yang terpenting: siap digunakan saat dibutuhkan,” pungkas Novan.
(ADV)










