PBB Kecam Serangan Militer AS ke Iran, Picu Perang Dunia III?

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres/ist
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyuarakan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam unggahan resminya di Instagram, Guterres menyebut tindakan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengancam stabilitas global.

banner 325x300

“Saya sangat prihatin atas penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat terhadap Iran hari ini. Ini adalah eskalasi berbahaya di kawasan yang sudah berada di tepi jurang—dan merupakan ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan internasional,” tulis Guterres di akun @antonioguterres, Minggu (22/6/2025).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, menyusul insiden militer terbaru yang dilaporkan terjadi di kawasan Teluk.

Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih, reaksi dari Guterres menjadi salah satu kecaman paling keras dari komunitas internasional terhadap aksi militer AS.

Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terus memanas dapat dengan cepat lepas kendali, menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar, dan memperluas ketidakstabilan ke luar kawasan Timur Tengah.

“Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada semua negara anggota PBB untuk menahan diri dan berkomitmen terhadap Piagam PBB serta hukum internasional.

Ia menekankan pentingnya mencegah spiral kekacauan yang bisa membawa dunia ke ambang konflik global.

Saya menyerukan kepada negara-negara anggota untuk melakukan de-eskalasi dan menegakkan kewajiban mereka di bawah Piagam PBB serta aturan hukum internasional lainnya,” tambah Guterres.

Belum diketahui apakah Dewan Keamanan PBB akan menggelar sidang darurat terkait perkembangan ini.

Namun, pernyataan keras dari Sekjen PBB menandakan kekhawatiran serius atas situasi yang berpotensi berkembang menjadi krisis internasional yang lebih besar. (*)

banner 325x300