ANALITIKNEWS.COM – Pasca kebakaran yang menghanguskan sebagian area Pasar Segiri, Wali Kota Andi Harun memimpin rapat untuk memastikan pembangunan kios sementara berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada pedagang.
Dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota, Gedung Balai Kota, Andi Harun menekankan bahwa langkah pembangunan kios sementara tidak boleh mengikuti proyek konvensional yang rumit, melainkan harus fokus pada aspek kemanusiaan dan penanganan darurat.
Menurutnya, langkah teknis seperti perataan lahan harus segera ditangani lintas dinas tanpa membebani anggaran secara berlebihan. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama PUPR langsung turun tangan.
“Kalau memang masih perlu diratakan, biar DLH bersama PUPR yang turun. Tidak usah pakai pendekatan anggaran yang berlebihan,” tegas Andi Harun saat rapat, Selasa (31/3/2026) sore
Pernyataan ini menegaskan langkah teknis seperti perataan lahan harus segera ditangani lintas dinas tanpa membebani anggaran secara berlebihan.
Selain itu, Andi Harun mengingatkan seluruh pihak untuk selalu mengedepankan empati terhadap pedagang terdampak kebakaran.
Situasi ini kata dia adalah kondisi darurat yang tidak semestinya diperlakukan seperti proyek biasa.
Penekanan ini menjadi pedoman agar pembangunan kios sementara dilaksanakan cepat dan tepat sasaran, tanpa memperumit prosedur birokrasi yang panjang.
Anggaran dan Material
Dalam rapat tersebut, Wali Kota mendorong jajaran teknis menyusun pembangunan kios sementara dengan anggaran efisien sekitar Rp1,1 miliar menggunakan material ulin.
Material ulin dipilih karena kekuatannya yang tahan lama, sehingga kios dapat segera difungsikan pedagang dan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Untuk mempercepat pelaksanaan, Andi Harun menginstruksikan agar pekerjaan bisa segera dimulai tanpa menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Skema pembiayaan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) memungkinkan penunjukan langsung kontraktor.
“Ini pakai BTT, jadi bisa penunjukan langsung. Tidak perlu menunggu mekanisme pergeseran anggaran. Kerjakan saja, yang penting cepat,” tegasnya.
Instruksi ini menunjukkan prioritas Wali Kota pada percepatan pembangunan agar kios sementara bisa cepat digunakan pedagang terdampak kebakaran.
Administrasi Tetap Tertib
Meski ingin mempercepat pekerjaan, Andi Harun menegaskan seluruh proses harus tetap tertib administrasi dan sesuai prosedur.
“Bukan berarti koboi-koboian. Administrasi tetap harus rapi, prosedur tetap diikuti. Koordinasi dengan Inspektorat jika ada yang perlu dikonsultasikan,” pesannya.
Dengan demikian, percepatan pembangunan kios tidak mengabaikan akuntabilitas dan ketertiban administrasi.
Wali Kota menutup rapat dengan menekankan urgensi pelaksanaan proyek.
“Secepat-cepatnya dikerjakan. Ini tidak boleh lambat,” pungkas Andi Harun.
(ADV)










