Wakil Wali Kota Samarinda Apresiasi Kegiatan Sosial di Maha Vihara Sejahtera Maitreya

Kegiatan buka puasa bersama berlangsung di halaman Buddhist Center Maha Vihara Sejahtera Maitreya
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung di halaman Buddhist Center Maha Vihara Sejahtera Maitreya
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kegiatan buka puasa bersama berlangsung di halaman Buddhist Center Maha Vihara Sejahtera Maitreya tepatnya di kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Senin (17/3/2026).

Ratusan warga dari berbagai latar belakang berkumpul, menunggu waktu berbuka puasa dalam suasana hangat penuh kebersamaan.

banner 325x300

Di tempat dengan aktivitas keagamaan umat Buddha itu, anak-anak yatim piatu, marbot masjid, hingga para petugas pembersih parit dari Dinas PUPR duduk berdampingan menikmati hidangan berbuka.

Suasana kebersamaan itu juga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilakukan umat Buddha di tengah bulan Ramadan menjadi contoh nyata bagaimana toleransi dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Samarinda memiliki semangat kebersamaan dan toleransi yang sangat kuat,” ujar Saefuddin.

Ia menilai kehadiran berbagai kelompok masyarakat dalam satu kegiatan sosial menjadi bukti bahwa keberagaman di Kota Samarinda dapat terawat dengan baik melalui kepedulian dan kebersamaan.

“Ini bukan hanya tentang berbuka puasa bersama. Tetapi juga tentang bagaimana kita saling menghormati dan saling mendukung di tengah perbedaan,” katanya.

Harmoni dalam Keberagaman

Menurut Saefuddin, semangat seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan masyarakat di kota yang masyarakatnya dari berbagai suku, budaya, dan agama.

“Kita berharap nilai-nilai seperti ini terus hidup di masyarakat. Toleransi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Ketika azan magrib berkumandang, seluruh hadirin pun menikmati hidangan berbuka bersama. Tidak ada sekat agama, tidak ada perbedaan yang terasa. Yang ada hanyalah rasa syukur dan kebersamaan.

Ketua panitia kegiatan, Pandita Hendri Suwito, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah dilakukan sejak tahun 2010.

“Tujuan kami hanya satu, bagaimana toleransi antarumat beragama, kerukunan, dan keakraban dengan masyarakat sekitar bisa terus terjalin tanpa sekat,” ujar Hendri.

Berbagi Paket Bantuan

Menurutnya, berbagi di bulan Ramadan menjadi cara sederhana untuk memperkuat hubungan antarwarga di tengah keberagaman yang ada di Kota Samarinda.

Pada kegiatan tahun ini, Buddhist Center menyalurkan hampir 520 paket bantuan kepada anak-anak yatim piatu di Kelurahan Mugirejo, para pembersih jalan, pengangkut sampah, serta petugas pembersih parit.

Bagi Hendri, kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi bantuan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan agama bukan penghalang untuk saling peduli. Justru melalui kegiatan seperti ini kita semakin dekat sebagai sesama warga,” katanya.

(*)

banner 325x300