Pemerintah Bidik 25 Juta Warga Tanpa Rekening, Anggaran Program Dipangkas Jadi Rp1,28 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ANALITIKNEW.COM – Pemerintah mengandalkan Program Satu Orang Satu Rekening untuk memperluas akses perbankan bagi 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank.

Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah menetapkan anggaran Rp1,28 triliun, lebih rendah dibandingkan alokasi awal yang mencapai Rp3,84 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah menyesuaikan anggaran setelah memeriksa dan mencocokkan data calon penerima manfaat. Proses ini bertujuan memastikan program menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria sekaligus menyesuaikan kebutuhan pembiayaan.

Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sasaran program mencakup masyarakat berusia minimal 17 tahun yang belum memiliki rekening perbankan dan masuk kelompok desil 1 hingga 4.

Pemadanan Data Jadi Dasar Penyesuaian Anggaran

Airlangga mengatakan, pemerintah perlu memastikan jumlah warga yang memenuhi persyaratan sebelum menentukan kebutuhan anggaran program. Karena itu, pemerintah melakukan penyisiran data berdasarkan usia, kepemilikan rekening, dan kelompok kesejahteraan calon penerima.

“Karena jumlahnya kan kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening. Kita crossing datanya (cek lagi) dicoklit (Pencocokan dan Penelitian),” ujar Airlangga dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Penyesuaian tersebut menurunkan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,56 triliun dari rencana sebelumnya. Pemerintah tetap menargetkan pembukaan rekening bagi jutaan warga yang belum terhubung dengan sistem perbankan formal.

Inklusi Keuangan Indonesia Ditargetkan 99 Persen

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan nasional. Airlangga menargetkan tingkat inklusi keuangan Indonesia mendekati 99 persen, naik dari indeks sebesar 93,61 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

“Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,” terang Airlangga.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk membiayai pembukaan rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas.

Pemerintah kini perlu memastikan proses pembukaan rekening berjalan tepat sasaran dan memberikan akses yang mudah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Selain jumlah rekening yang terbuka, pemanfaatan layanan perbankan oleh penerima juga menjadi aspek penting dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

(*)