Harga BBM Nonsubsidi Terancam Naik di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

ANALITIKNEWS.COM – Masyarakat pengguna BBM nonsubsidi perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Pemerintah membuka ruang bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sementara harga BBM bersubsidi tetap dijaga untuk melindungi masyarakat dari tekanan gejolak energi global.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan kenaikan harga minyak dunia berkaitan dengan terganggunya distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Ketegangan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat jalur pelayaran tanker energi di kawasan tersebut terganggu.

“Kapal tanker enggak bisa lewat, minyak dunia suplainya menurun, harganya meningkat,” ujar Suahasil.

Kondisi tersebut, kata Suahasil, kemudian memberikan tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri.

Pergerakan harga minyak mentah dunia akan lebih terasa pada produk BBM yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah.

“Kita masuk ke dalam negeri, kalau harga minyak dunia meningkat, yang pasti adalah seyogyanya harga komoditas BBM di dalam negeri, juga meningkat,” ujarnya.

Pemerintah Tidak Samakan Semua Harga BBM

Meski harga minyak dunia meningkat, pemerintah tidak akan membiarkan seluruh harga BBM bergerak mengikuti pasar internasional.

Pemerintah memilih mempertahankan harga sejumlah energi yang masuk dalam skema subsidi.

“Namun, pemerintah Indonesia punya cara yang berbeda. Kita mengatakan bahwa kita kelola kebutuhan energi dalam negeri. Kita bukan hanya sekedar setiap hari mengikuti harga internasional, tapi kita menjaga beberapa jenis energi dengan harga yang tetap,” ujar Suahasil.

Sementara itu, pemerintah mempersilakan badan usaha melakukan penyesuaian harga terhadap BBM nonsubsidi.

Produk tersebut dinilai lebih banyak dikonsumsi kelompok masyarakat dengan tingkat penghasilan lebih tinggi.

“Beberapa jenis energi yang lain, silakan (naik), terutama jenis-jenis energi yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat yang lebih memiliki penghasilan lebih tinggi,” ujar Suahasil.

Pemerintah Siapkan Antisipasi Gejolak Global

Suahasil menegaskan Indonesia tidak dapat menghindari dampak perubahan harga energi global.

Karena itu, pemerintah memilih memperkuat langkah antisipasi sekaligus menjaga harga energi yang dianggap penting bagi masyarakat.

“Enggak bisa ngeles, gejolak global itu kita enggak bisa mengelak. Tapi, kita bisa bersiap dan berjaga-jaga. Berjaga-jaga adalah satu tindakan yang sangat diperlukan,” ujar Suahasil.

(*)