Andi Harun menyampaikan pandangan itu seusai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar dalam rangka pemilihan kepengurusan dan DPRD Kota Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Ia mengatakan perubahan cara masyarakat menentukan pilihan politik mulai terlihat dalam sejumlah kontestasi. Menurutnya, pemberian uang tidak selalu menjamin kandidat memenangkan pemilihan.
“Berapa banyak calon yang menghamburkan uang tetapi tidak terpilih. Begitu pula di tempat lain, banyak yang uangnya diambil, tetapi masyarakat tetap memilih calon berkualitas,” kata Andi Harun.
Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Lebih Sehat
Andi Harun berharap peningkatan kesadaran politik masyarakat dapat terus berkembang hingga Pilkada berikutnya.
Ia meminta warga mempertimbangkan rekam jejak, gagasan, kapasitas, serta kemampuan calon dalam memimpin daerah sebelum menentukan pilihan.
Menurutnya, dukungan masyarakat seharusnya diperoleh melalui kerja nyata dan program yang dapat ditawarkan kepada publik.
“Kalau mau mengharapkan dukungan, saya mungkin akan mendukung calon kepala daerah yang benar-benar mengusung kualitas, keberlanjutan, dan Pilkada yang sehat,” ujarnya.
Andi Harun juga mengajak para kandidat tidak menjadikan politik uang sebagai strategi utama untuk memperoleh dukungan.
Ia mendorong calon kepala daerah lebih sering turun ke masyarakat dan membangun hubungan dengan warga melalui kerja yang dapat dirasakan langsung.
“Caranya apa? Kerja sungguh-sungguh, turun ke masyarakat. Karena kalau mengandalkan money politics, ujung-ujungnya nanti korupsi. Ujung-ujungnya nanti penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.
Politik Uang Dinilai Bisa Memicu Korupsi
Andi Harun mengingatkan kandidat agar tidak mengeluarkan biaya politik secara berlebihan hanya untuk memenangkan kontestasi.
Menurutnya, besarnya biaya politik dapat menimbulkan persoalan ketika kandidat berhasil menduduki jabatan publik.
Ia khawatir kandidat yang mengeluarkan modal besar akan terdorong mencari cara untuk mengembalikan biaya tersebut setelah terpilih.
“Karena setiap kepala daerah yang menghabiskan uang banyak, kita tidak bisa jamin kalau tidak menimbulkan efek pemimpin yang koruptif, yang tidak berpikir bagaimana mengembalikan dengan cara-cara yang tidak benar,” ujarnya.
Karena itu, Andi Harun menilai demokrasi harus dibangun melalui proses yang terbuka dan berintegritas.
Ia berharap para calon kepala daerah yang akan maju dapat meninggalkan cara-cara pragmatis dalam mencari dukungan.
Masyarakat Tak Wajib Pilih Kandidat Pemberi Uang
Andi Harun juga menyinggung fenomena masyarakat yang menerima pemberian dari kandidat saat momentum politik.
Menurutnya, masyarakat tidak selalu menjadi pihak yang meminta uang. Dalam sejumlah kondisi, pemberian justru datang dari kandidat atau pihak yang mendukung kandidat.
Namun, Andi Harun menegaskan bahwa menerima pemberian tidak berarti masyarakat harus memberikan suara kepada kandidat tersebut.
“Masyarakat tidak minta, duitnya diambil. Begitu di TPS, masyarakat memilih calon berkualitas yang mereka harapkan bisa memimpin dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang lebih rasional.
Andi Harun juga menyatakan ingin mengambil bagian dalam mendorong budaya politik yang lebih sehat di Samarinda.
Tegaskan Tetap Kader Partai Gerindra
Di sisi lain, Andi Harun menegaskan pandangannya terkait Pilkada tidak mengubah posisi politiknya sebagai kader Partai Gerindra.
Ia mengatakan sikap politiknya sebagai kader partai tetap berada pada jalur yang sama.
“Political standing saya tetap tidak bisa bergeser sebagai kader Partai Gerindra,” ujarnya.
Namun, Andi Harun menegaskan bahwa Ia juga memiliki tanggung jawab sebagai wali kota untuk melihat kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
Karena itu, ia berharap seluruh partai politik yang memenuhi syarat untuk mengusung calon memiliki kesempatan yang sama dalam Pilkada.
Ia juga berharap seluruh kandidat mengedepankan politik yang bermartabat dan tidak mengandalkan politik uang.
Andi Harun Berharap Golkar Jadi Jembatan Aspirasi
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun turut mengapresiasi pelaksanaan Musda Partai Golkar Samarinda.
Ia berharap kepengurusan baru Partai Golkar mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan pemerintah.
“Semoga pimpinan Partai Golkar yang terpilih, ketua yang baru beserta seluruh jajaran pengurus mampu membangun institusi yang sehat, institusi demokrasi yang sehat, dan bisa menjadi bridging, jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah,” tuturnya.
Menurut Andi Harun, Golkar memiliki pengalaman panjang dalam perjalanan politik Indonesia. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.
Meski Ia merupakan kader Partai Gerindra, Andi Harun menilai kolaborasi antarpartai tetap penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Golkar sebagai partai yang cukup tua dan sarat pengalaman, saya selaku kepala daerah dari Partai Gerindra berharap sinergi yang positif, sinergi yang berkualitas, sehingga mendapatkan manfaat dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Redaksi)
