DPRD Samarinda Soroti Persepsi Publik Terkait Sekolah Favorit

POTRET - Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena masyarakat yang masih terjebak dalam persepsi “sekolah favorit” setiap kali musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiba.

Menurutnya, pola pikir ini justru memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan, alih-alih menciptakan pemerataan.

banner 325x300

“Sekolah favorit itu hanya asumsi. Faktanya, fasilitas dan tenaga pendidik antar sekolah di Samarinda sudah relatif merata. Tapi karena masyarakat terpaku pada nama besar sekolah tertentu, akhirnya timbul kesan eksklusivitas,” ujar Anhar, Selasa (3/6/2025).

Anhar menilai, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah tegas, ketimpangan pendidikan antara sekolah-sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran akan terus melebar.

“Pindah alamat hanya untuk lolos zonasi itu tidak etis. Pemerintah harus punya keberanian untuk bertindak, karena dampaknya sangat besar terhadap sekolah-sekolah di luar lingkar favorit,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa prestasi siswa tidak bisa hanya dikaitkan dengan nama besar sekolah.

“Pendidikan yang adil bukan soal di mana siswa sekolah, tapi bagaimana negara memastikan setiap anak mendapat layanan pendidikan yang setara,” tuturnya.

Anhar berharap, Pemkot Samarinda dan Dinas Pendidikan segera memperkuat narasi soal pemerataan kualitas pendidikan serta menindak praktik-praktik manipulatif yang merusak integritas PPDB.

“Kalau sistem ini tidak segera dibenahi, istilah sekolah favorit akan terus membayangi dan jadi batu sandungan pemerataan pendidikan,” pungkasnya.

(Adv)

banner 325x300