DPRD Samarinda Dorong Pemkot Penuhi Air Bersih di Kelurahan Bukuan

POTRET - Kelurahan Bukuan di Kota Samarinda (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Ketimpangan pembangunan kembali mencuat di Kota Samarinda. Meski geliat pembangunan infrastruktur terus digencarkan, warga Kelurahan Bukuan di Kecamatan Palaran masih harus berjibaku untuk mendapatkan air bersih, hak dasar yang seharusnya dijamin negara.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti persoalan mendasar yang masih menghantui warga di pinggiran kota. Dalam reses terbarunya, ia menemukan bahwa sekitar 70 persen rumah di Bukuan belum tersambung ke layanan air bersih dari sistem resmi.

banner 325x300

“Baru sekitar 30 persen rumah yang terlayani. Sisanya masih bergantung pada pasokan swasta atau mencari alternatif lain,” ungkap Anhar, Rabu (28/5/2025).

Ia menilai, kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan belum berjalan secara adil.

Menurutnya, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi hak dasar warga yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi wilayah.

“Di era modern ini, masih ada warga kota yang harus berjuang untuk mendapatkan air bersih. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Anhar mendesak Pemkot Samarinda untuk segera mengevaluasi sistem penyediaan air minum (SPAM) dan membangun sinergi lintas instansi agar persoalan ini segera dituntaskan.

“Pemerintah harus duduk bersama PDAM dan instansi terkait untuk mencari jalan keluar. Masyarakat tidak bisa terus menunggu,” tegas politisi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan dasar seperti air bersih harus menjadi prioritas dalam pembangunan, terutama bagi daerah-daerah pinggiran kota yang kerap luput dari perhatian.

“Kami berharap tahun ini ada perubahan signifikan. Pemerataan pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di Kelurahan Bukuan,” tandasnya.

(Adv)

banner 325x300