Arungi Piala Dunia 2026, Mbappe Janji Tingkatkan Kontribusi Bertahan

Kylian Mbappe membawa tekad baru saat memimpin Timnas Prancis mengarungi Piala Dunia 2026.
Kylian Mbappe membawa tekad baru saat memimpin Timnas Prancis mengarungi Piala Dunia 2026.
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kylian Mbappe membawa tekad baru saat memimpin Timnas Prancis mengarungi Piala Dunia 2026.

Penyerang andalan Les Bleus itu berjanji meningkatkan kontribusinya dalam membantu pertahanan tim, aspek yang selama ini kerap menjadi sasaran kritik terhadap dirinya.

banner 325x300

Publik sepak bola dunia mengenal Mbappe sebagai salah satu penyerang paling mematikan di generasinya.

Kecepatan luar biasa, kemampuan menembus pertahanan lawan, serta insting mencetak gol membuat pemain Real Madrid tersebut selalu menjadi ancaman bagi lawan.

Namun, di balik kualitas menyerangnya, Mbappe sering mendapat sorotan karena dianggap kurang aktif membantu tim ketika kehilangan penguasaan bola.

Menjelang pertandingan pembuka Prancis melawan Senegal di Piala Dunia 2026, Mbappe menegaskan kesediaannya untuk bekerja lebih keras demi kepentingan tim.

Pengakuan Mbappe

Pernyataan tersebut muncul saat Mbappe menjalani wawancara dengan media Prancis, Le Parisien. Dalam sesi yang juga dihadiri sejumlah rekan dan anggota keluarganya, sang adik, Ethan Mbappe, ikut mengajukan pertanyaan mengenai kritik yang selama ini ditujukan kepada kakaknya terkait kontribusi bertahan.

Mbappe tidak menghindari pertanyaan tersebut. Kapten Timnas Prancis itu justru mengakui bahwa dirinya perlu memberikan usaha lebih besar dalam membantu tim saat tidak menguasai bola.

“Saya harus mengambil langkah ekstra (dalam hal bertahan) sebab itu penting buat tim dan saya harus melakukannya,” jawab Mbappe.

Pemain yang kini membela Real Madrid itu menegaskan bahwa ambisinya menjuarai Piala Dunia menjadi alasan utama di balik tekadnya untuk memperbaiki aspek tersebut.

“Akan dimulai kali ini karena kami ingin juara, dan untuk juara, saya siap melakukan apapun karena saya ingin juara bagaimanapun caranya,” tegas Mbappe.

Data Opta Perkuat Kritik

Kritik terhadap kontribusi bertahan Mbappe bukan hanya berdasarkan pengamatan visual di lapangan. Data statistik juga menunjukkan angka yang mendukung penilaian tersebut.

Berdasarkan catatan Opta, Mbappe termasuk dalam kelompok pemain dengan aktivitas bertahan terendah di antara pemain reguler di lima liga top Eropa. Statistik itu mencakup aksi seperti tekel, intersepsi, blok, serta perebutan bola.

Dalam daftar yang melibatkan 1.490 pemain yang tampil minimal 19 kali di kompetisi domestik, Mbappe menempati posisi ke-1.350. Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi defensifnya masih jauh di bawah rata-rata pemain lain di level elite Eropa.

Meski demikian, minimnya aktivitas bertahan selama ini tidak mengurangi perannya sebagai ujung tombak utama Prancis. Mbappe tetap menjadi pemain yang diandalkan untuk mencetak gol dan menciptakan perbedaan dalam pertandingan besar.

Janji Mbappe akan langsung mendapat ujian ketika Prancis menghadapi Senegal pada laga pertama Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.

Prancis datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Selain Senegal, Les Bleus juga akan bersaing dengan Irak dan Norwegia dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Sebagai kapten sekaligus pemain paling berpengaruh di skuad Prancis, Mbappe memikul tanggung jawab besar untuk memimpin tim di atas lapangan. Jika ia benar-benar mampu meningkatkan kontribusi dalam fase bertahan tanpa mengurangi efektivitasnya saat menyerang, Prancis akan memperoleh keseimbangan yang lebih baik dalam upaya merebut trofi Piala Dunia 2026.

(*)

1.181 Tayangan
banner 325x300