Jadi Kambing Hitam Saat Madrid Nirgelar, Mbappe Akhirnya Buka Suara

Striker Real Madrid, Kylian Mbappe
Striker Real Madrid, Kylian Mbappe
banner 120x600
banner 468x60

Striker Real Madrid, Kylian Mbappe

ANALITIKNEWS.COM – Striker anyar Real Madrid, Kylian Mbappe menjadi sasaran kiritikan setelah Los Blancos gagal meraih gelar bergengsi sepanjang musim.

banner 325x300

Banyak pihak bahkan mulai menjadikan Mbappe sebagai kambing hitam atas performa inkonsisten Real Madrid sejak kedatangannya pada musim panas 2024.

Kondisi tersebut memuncak ketika Real Madrid menjamu Real Oviedo di Santiago Bernabeu, Jumat (15/5) dini hari WIB.

Saat Mbappe masuk sebagai pemain pengganti, sebagian suporter Madrid justru menyambutnya dengan sorakan “booo”. Momen itu memperlihatkan besarnya tekanan yang kini mengarah kepada sang striker.

Padahal, secara individu Mbappe tetap tampil produktif. Ia masih menjadi salah satu mesin gol utama Real Madrid dan turut membantu klub meraih trofi Piala Super Eropa serta Piala Interkontinental. Namun, dua gelar itu dianggap belum cukup untuk memenuhi standar tinggi klub sebesar Real Madrid.

Real Madrid Gagal di Kompetisi Utama

Kedatangan Mbappe awalnya memunculkan optimisme besar di kalangan pendukung Real Madrid. Banyak fans berharap mantan bintang Paris Saint-Germain itu mampu membawa Madrid kembali mendominasi Eropa dan Spanyol.

Namun kenyataannya jauh dari harapan. Madrid gagal bersaing hingga akhir di LaLiga. Mereka juga tersingkir di Copa del Rey dan gagal melangkah jauh di Liga Champions. Kegagalan tersebut membuat sorotan langsung tertuju kepada Mbappe sebagai pemain dengan status bintang terbesar di skuad.

Situasi semakin ramai setelah Mbappe terlihat berlibur ke Italia bersama kekasihnya di tengah proses pemulihan cedera paha. Sejumlah fans menilai sang pemain kurang menunjukkan empati terhadap situasi klub yang sedang sulit.

Meski begitu, Mbappe memilih untuk tidak tinggal diam. Ia akhirnya buka suara dan melontarkan respons tajam kepada pihak-pihak yang terus mengkritiknya.

Mbappe Sindir Kritik yang Dinilainya Tidak Masuk Akal

Dalam wawancara yang dikutip Marca, Mbappe menilai kritik terhadap dirinya sering kali bertolak belakang. Ia merasa publik selalu mencari alasan untuk menyerangnya, baik saat bermain penuh maupun ketika beristirahat karena cedera.

“Orang-orang yang bilang saya harus selalu main 90 menit, itu tidak masuk akal,” ujar Mbappe.

Menurutnya, kritik terhadap dirinya berubah-ubah tergantung situasi. Saat dirinya tampil terus-menerus di awal musim, banyak orang menyebut ia kelelahan dan membutuhkan istirahat. Namun ketika ia menepi untuk pemulihan cedera, kritik justru kembali datang.

“Di paruh pertama musim, banyak orang bilang kalau saya terlalu banyak bermain dan butuh istirahat. Kemudian saya sedang istirahat tapi dibilang tidak mau main. Mereka tuh mau saya main terus atau tidak sih?” lanjutnya.

Pernyataan itu menunjukkan rasa frustrasi Mbappe terhadap tekanan besar yang terus mengiringinya sejak berseragam Real Madrid.

Mbappe Tegaskan Bukan Penyebab Utama

Mbappe juga menepis anggapan bahwa dirinya menjadi penyebab utama kegagalan Real Madrid musim ini. Ia bahkan menyinggung momen ketika Madrid tersingkir di Copa del Rey saat dirinya tidak bermain.

“Saat kami tersingkir di Copa Del Rey, saya juga tidak bermain dan akhirnya kami tersingkir,” kata Mbappe.

Ucapan itu menjadi penegasan bahwa kegagalan Madrid tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pemain. Meski demikian, Mbappe tetap mengakui dirinya belum berhasil memenuhi target utama klub, yakni mempersembahkan gelar besar.

“Satu-satunya kesalahan saya adalah tidak memenangkan gelar musim ini. Selebihnya terserah apa kata orang-orang,” tutup Mbappe.

(*)

1.071 Tayangan
banner 325x300