Daerah  

Akses Pendidikan dan Hunian Layak Samarinda Raih Predikat Terbaik II se-Kalimantan

Pemkot Samarinda Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Kinerja Daerah Berprestasi 2026
Pemkot Samarinda Raih Dua Penghargaan dalam Ajang Kinerja Daerah Berprestasi 2026

ANALITIKNEWS.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas kembali mendapat pengakuan nasional.

Dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, Kamis (3/9/2026) malam, Kota Samarinda sukses memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus.

Penghargaan tersebut diraih untuk Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dan Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat kota. Tak sekadar trofi kebanggaan, atas capaian Terbaik II di kedua kategori ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengganjar Kota Samarinda dengan suntikan insentif dana segar sebesar Rp1,5 miliar serta tambahan 250 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Bukti Konkret Reformasi Pelayanan Publik

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa deretan penghargaan ini merupakan manifestasi dari kerja keras seluruh jajaran Pemkot yang tiada henti membenahi kualitas layanan masyarakat.

“Ini menjadi ukuran yang konkret atas kinerja teman-teman di lingkungan pemerintah yang terus berbenah, yang terus berusaha meningkatkan bidang-bidang pelayanan publik, di bidang pendidikan, di bidang pemukiman dan perumahan,” ujar Andi Harun saat menerima penghargaan didampingi Sekda Samarinda Neneng Chamelia Shanti dan Kepala BPKAD Samarinda Ananta Fathurazzi.

Capaian ini memperkuat rekam jejak pembangunan Samarinda yang terus berfokus pada pemenuhan hak-hak dasar warga, mulai dari pemerataan fasilitas pendidikan hingga penyediaan hunian layak dan terjangkau.

Siap Dobrak Sektor Kesehatan dan Lingkungan

Keberhasilan melipatgandakan raihan prestasi ini tak membuat Pemkot Samarinda berpuas diri. Andi Harun justru menjadikan momentum ini untuk memasang target baru yang lebih agresif, khususnya di sektor lingkungan dan kesehatan.

“Mudah-mudahan pada tahun depan kita bisa mengisi lagi formasi di sektor lain misalnya di sektor lingkungan asri, di bidang persampahan, kemudian begitu pula pada aspek-aspek pelayanan kesehatan,” harapnya.

Khusus sektor kesehatan, pembenahan secara masif dan signifikan sedang terus dijalankan demi memastikan warga Samarinda mendapatkan fasilitas medis terbaik.

“Memang tahun ini kita berbenah sangat signifikan di bidang kesehatan, ya mudah-mudahan tahun depan sudah bisa juga masuk kategori penilaian salah satu dari tiga terbaik yang dinominasi untuk mendapatkan itu,” ungkapnya penuh optimistis.

Ia menambahkan bahwa seluruh jajarannya berpegang pada prinsip kerja nyata yang berorientasi pada hasil dan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pokoknya kita kerja saja. Kerja kita itu, insyaallah akan berhasil dan berdampak, dan pada akhirnya akan mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak,” tegasnya.

Sinergi Masyarakat Wujudkan Kota Berstandar Dunia

Penghargaan regional dari Kemendagri ini kian melengkapi deretan prestasi kelas dunia yang telah dikantongi Samarinda, seperti WHO Healthy City Award 2026 – WHO Western Pacific Region. Pengakuan internasional tersebut menjadi bukti independen atas transformasi Samarinda menuju kota yang sehat, aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya.

Andi Harun menggarisbawahi bahwa kunci utama dari seluruh keberhasilan ini terletak pada kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan warga.

“Bersama tentu dengan masyarakat, kalau tanpa dukungan masyarakat nggak bisa juga,” pungkasnya.

Langkah konsisten Pemkot Samarinda ini turut memetik pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Mendagri menegaskan bahwa ajang penghargaan ini digelar khusus untuk mengapresiasi dan menampilkan kinerja nyata kepala daerah yang terbukti berhasil memberikan perubahan positif dan dampak nyata bagi kemajuan daerahnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan digelarnya penghargaan ini upaya Kemendagri untuk menampilkan kinerja nyata kepala daerah berprestasi. 

Meski tidak menampik adanya sejumlah kepala daerah yang memiliki catatan negatif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Mendagri menilai masih banyak kepala daerah yang menunjukkan capaian positif.

“Penghargaan malam ini itu menunjukkan bahwa banyak kepala kepala daerah juga yang bagus, yang berprestasi. Jangan digeneralisasikan semua kepala daerah buruk,” tegas Mendagri kepada wartawan usai kegiatan.

(*)