AHY Bahas Utang Kereta Cepat dan Infrastruktur Nasional di Kementerian Keuangan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kantor Menteri Keuangan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kantor Menteri Keuangan
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa (20/1/2026) sore.

AHY tiba di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.30 WIB.

banner 325x300

Kehadirannya bertujuan untuk membahas sejumlah isu strategis. Mulai dari utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh hingga dukungan anggaran pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.

AHY menegaskan bahwa pemerintah harus segera menemukan solusi terbaik terkait utang kereta cepat.

Ia menekankan pentingnya memastikan arahan Presiden dapat berjalan dengan baik.

“Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang beberapa saat lalu juga mendapatkan perhatian masyarakat luas. Kami ingin memastikan bahwa apa yang menjadi direktif dari Bapak Presiden agar ini bisa diselesaikan dengan baik,” kata AHY kepada wartawan saat tiba di Kementerian Keuangan.

Menurut AHY, penyelesaian utang KCJB tidak boleh merugikan pihak manapun. Ia menekankan bahwa negara harus hadir untuk memberikan solusi yang adil.

“Negara hadir, pemerintah hadir dan solusinya harus baik untuk semuanya karena kita tentu bukan hanya ingin KCJB atau KCIC ini bisa beroperasi dengan baik, sukses. Pada akhirnya juga bisa dikembangkan karena tentu tidak berhenti di Bandung, kita berharap pengembangan kereta cepat ini juga bisa hingga Surabaya bahkan,” imbuhnya.

Agenda Infrastruktur Nasional

Selain membahas kereta cepat, AHY juga menyampaikan agenda besar terkait pembangunan infrastruktur nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan struktur di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan dukungan anggaran yang kuat.

“Intinya terkait dengan pembangunan struktur di seluruh wilayah Indonesia, ini kan perlu dukungan anggaran. Kita ingin menyampaikan kepada beliau apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan juga dukungan baik itu yang sifatnya project-project berskala besar, termasuk juga infrastruktur dasar yang memang membutuhkan anggaran besar,” ungkap AHY.

Dalam pertemuan tersebut, AHY juga menyoroti penanganan pemulihan bencana di wilayah Sumatera. Ia menekankan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana membutuhkan peran dominan dari sektor infrastruktur.

“Di masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana ini, peran infrastruktur itu menjadi dominan. Oleh karena itu kami ingin mendiskusikan hal-hal pokok yang memang menjadi tugas dari sejumlah K/L terkait dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pasca bencana apakah itu terkait dengan jalan, jembatan, sumber daya air bersih,” tutur AHY.

Kunjungan AHY ke Kementerian Keuangan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.

Dengan membahas utang kereta cepat, dukungan anggaran proyek besar, serta penanganan pasca bencana, AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada satu wilayah, melainkan mencakup seluruh Indonesia.

Ia ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara kementerian.

AHY menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur membutuhkan sinergi lintas sektor.

Dengan dukungan anggaran yang memadai, pemerintah berharap proyek strategis seperti kereta cepat dapat berlanjut hingga Surabaya, sementara infrastruktur dasar di daerah lain juga tetap mendapat perhatian.

(*)

banner 325x300