Pencegahan Keberangkatan Tyo Nugros ke Malaysia, Imigrasi Beri Penjelasan

Drummer ternama Tyo Nugros
Drummer ternama Tyo Nugros
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Drummer ternama Tyo Nugros batal tampil bersama band Dewa 19 dalam konser bertajuk Cintaku Tertinggal di Malaysia setelah petugas Imigrasi mencegah keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Meski kehilangan salah satu personelnya, konser yang digelar di Unifi Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur, tetap berlangsung sesuai jadwal. Pihak penyelenggara kemudian menghadirkan drummer pengganti untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tyo.

banner 325x300

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video pernyataan Tyo yang menjelaskan kegagalannya berangkat ke Malaysia beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Tyo mengaku tidak mengetahui persoalan yang menjadi dasar pencegahan keberangkatannya ke luar negeri.

Imigrasi Sebut Pencegahan Atas Permintaan KPKNL Jakarta I

Direktorat Jenderal Imigrasi akhirnya memberikan penjelasan terkait pencegahan keberangkatan Tyo Nugros. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan tindakan tersebut dilakukan atas permintaan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I.

Menurut Hendarsam, pihaknya menjalankan prosedur sesuai permintaan instansi yang berwenang setelah nama Tyo tercatat dalam sistem pencegahan dan penangkalan keimigrasian.

“Pencegahan keberangkatan dilakukan atas permintaan KPKNL Jakarta I dengan alasan ada kewajiban dari yang bersangkutan kepada negara yang cukup besar dan belum diselesaikan, serta yang bersangkutan tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikannya,” kata Hendarsam, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, petugas Imigrasi menemukan status cegah-tangkal aktif saat melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan di bandara. Sistem secara otomatis menampilkan status tersebut ketika petugas memindai paspor milik Tyo.

“Nama Tyo masuk dalam daftar cegah-tangkal yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM),” ujarnya.

Paspor Ditahan Hingga Persoalan Selesai

Selain mencegah keberangkatan, Imigrasi juga menahan paspor Tyo Nugros sebagai bagian dari prosedur yang berlaku dalam kasus serupa. Hendarsam mengatakan paspor tersebut akan tetap berada di pihak Imigrasi hingga urusan yang bersangkutan dengan KPKNL Jakarta I selesai.

“Saat ini paspor yang bersangkutan diserahterimakan ke Imigrasi sampai perkara yang bersangkutan dengan KPKNL Jakarta I Jakarta rampung. Kami menyarankan yang bersangkutan untuk segera melapor ke Kantor KPKNL Jakarta I,” katanya.

Menurut Hendarsam, langkah tersebut merupakan bagian dari standar operasional yang diterapkan ketika seseorang masuk dalam daftar pencegahan ke luar negeri.

“Akan dikembalikan (paspor) setelah perkara dengan KPKNL Jakarta I rampung. SOP-nya demikian. Jadi otomatis yang bersangkutan belum bisa pesan tiket ke luar negeri,” jelasnya.

Tyo Mengaku Tidak Mengetahui Permasalahan yang Dituduhkan

Sementara itu, Tyo Nugros menyampaikan permohonan maaf kepada penggemar dan seluruh pihak yang terlibat dalam konser Dewa 19 di Malaysia. Dalam video yang diputar oleh penyelenggara konser dan kemudian beredar di media sosial, ia menjelaskan kronologi singkat yang dialaminya di Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya meminta maaf saya belum bisa hadir di konser Dewa 19 di Malaysia yang diselenggarakan hari ini, Sabtu tanggal 6 Juni 2026, di Unifi Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur,” kata Tyo dalam video tersebut.

Ia menuturkan bahwa dirinya telah berada di bandara sehari sebelumnya untuk berangkat ke Malaysia. Namun, proses keberangkatannya terhenti saat pemeriksaan keimigrasian.

“Kemarin hari Jumat tanggal 5 Juni 2026 saya sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta,” papar Tyo sembari membaca pernyataan dari kertas di tangannya.

“Namun pada saat berada di proses imigrasi, saya tidak diperkenankan berangkat karena mendapat pencekalan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL Jakarta 1) atas permasalahan yang tidak saya ketahui sama sekali.”

Tyo juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya dan keluarga masih berupaya mencari informasi terkait persoalan yang menyebabkan dirinya masuk dalam daftar pencegahan ke luar negeri.

“Sampai dengan pernyataan ini saya keluarkan, saya beserta keluarga masih berupaya mencari segala informasi yang terkait dengan permasalahan ini,” kata Tyo.

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak akibat ketidakhadirannya dalam konser tersebut.

“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih semua pihak yang terlibat di acara ini,” pungkasnya.

(*)

1.121 Tayangan
banner 325x300