DPRD Dorong Pelatihan Juru Parkir di Tengah Digitalisasi Parkir Samarinda

Wakil  Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari
Wakil  Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda memberikan perhatian serius pada pengelolaan parkir berbasis elektronik di Kota Tepian.

Wakil  Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari menekankan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam penerapan sistem parkir elektronik ini.

banner 325x300

Oleh karenanya, Celni mendorong pemerintah kota melalui dinas perhubungan untuk melakukan pelatihan pengelolaan sistem parkir ini kepada masyarakat lokal.

“Kita juga harus memiliki SDM yang bisa dan siap menggunakan sistem digitalisasi yang ada,” kata Celni.

Celni menekankan warga lokal yang selama ini menggantungkan hidup sebagai juru parkir tidak boleh ditinggalkan dalam arus modernisasi. Ia juga menggatakan saat ini SDM dalam pengelolaan perkir di Kota Samarinda masih kurang.

“Beberapa yang kerja sama dengan kita dalam segi per parkiran masih kurang,” ujar Celni.

Politisi Partai NasDem ini mengatakan pelatihan tidak hanya soal teknis mengoperasikan mesin dan aplikasi parkir.

Materi yang diberikan harus menyentuh aspek manajemen, pelayanan publik, hingga pemahaman regulasi retribusi.

“Ini bertujuan  mencegah kebocoran per parkiran yang ada. Kita harus melatih masyarakat lokal sekitar untuk di rekrut,” jelasnya.

Pemberdayaan masyarakat lokal adalah langkah krusial di tengah target Pemkot Samarinda mendongkrak Pendapatan Asli Daerah lewat sektor perparkiran.

Sebab dengan  langkah tersebut, Pemerintah Kota Samarinda dalam mengurangi perkir liar yang selama ini menjamur di Ibu Kota Kalimantan Timur ini dan juga bisa menambal kebocoran pandapatan asli daerah (PAD).

“Kita selama ini banyak bocor PAD karena banyak perkir liar yang tidak menyumbang PAD,” katanya.

Celni mengingatkan Dishub Samarinda agar tidak hanya fokus pada pemasangan alat dan target setoran.

Menurutnya, pemerintah harus hadir dari hulu ke hilir, termasuk membina pelaku di lapangan. 

Ia menekankan, juru Parkir yang sudah di daftar Dishub dan OPD terkait wajib juga wajib di latih.

“Jangan sampai mereka tersingkir karena tidak paham teknologi”, pungkasnya.

(adv/dprdsmd)

1.111 Tayangan
banner 325x300