Sri Mulyani Soal Pembentukan Satgassus Penerimaan Negara: Ini Langkah Positif untuk APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara. Tim khusus ini akan bertugas mendampingi berbagai kementerian dan lembaga dalam upaya meningkatkan penerimaan negara dari berbagai sektor strategis.

Langkah ini langsung mendapat dukungan penuh dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang menilai inisiatif tersebut sejalan dengan tujuan menjaga keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

banner 325x300

“Tentu merupakan hal yang positif karena APBN kita yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat,” ujar Sri Mulyani saat menanggapi pembentukan Satgassus.

Ia mengaku dirinya juga diundang saat pertama kali pembentukan satgas khusus oleh Polri.

“Mengenai penerimaan negara terutama adanya inisiatif dari Kepolisian mengenai pembentukan satgas khusus dan ini bukan sesuatu yang baru sebetulnya satgas khusus ini Satgassus dari Kepolisian Republik itu sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir,” kata Sri Mulyani.

“Karena saya termasuk yang waktu itu diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi,” imbuhnya.

Penunjukan jajaran pimpinan Satgassus menarik perhatian publik. Herry Muryanto dipercaya sebagai Kepala Satgassus, sementara mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menjabat sebagai Wakil Kepala.

Struktur Satgassus juga diisi oleh sejumlah mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya tergabung dalam Satgassus Pencegahan Korupsi.

“Selama enam bulan ini Satgassus telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM,” kata anggota Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara, Yudi Purnomo dalam keterangannya, Senin (16/6).

“Termasuk yang terbaru adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan di mana Satgassus turun langsung melihat situasi lapangan di Pelabuhan di Jawa Timur pada tanggal 7-9 Mei 2025 dan Pelabuhan Benoa Bali 11-13 Juni 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, metode atau sistem kerja Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara ini dimulai dengan pengumpulan informasi dan data dari sumber yang relevan.

Kemudian, dilanjutkan dengan menganalisis data dan fakta. Selanjutnya, melakukan koordinasi lintas sektoral hingga menggelar diskusi atau FGD dengan pihak terkait.

“(Terakhir) pelaporan dan rekomendasi untuk pengambilan kebijakan,” ucap Yudi.

(*)

1.066 Tayangan
banner 325x300