ANALITIKNEWS.COM – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat saat pembongkaran Pasar Subuh yang berlangsung ricuh beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PKS, Ahmad Vananzda, saat diwawancarai awak media pada Jumat (16/4/2025). Ia mengungkapkan bahwa tindakan Satpol PP dalam insiden tersebut tidak mencerminkan profesionalisme dan semangat pelayanan publik.
“Kami tidak menolak upaya penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda, tapi sangat disayangkan kalau dilakukan dengan cara yang menyakiti, terutama secara emosional. Pendekatan yang humanis dan persuasif seharusnya menjadi prioritas,” ujar Vananzda.
Ia menekankan bahwa Satpol PP memiliki mandat untuk menjaga ketertiban umum, namun tetap harus dilakukan dalam koridor hukum dan norma sosial.
“Kesan yang muncul di lapangan, Satpol PP hanya fokus membongkar. Padahal tugas mereka bukan untuk menyakiti atau memukul. Kalau memang dianggap melanggar hukum, silakan proses secara hukum, bukan dengan kekerasan,” tambahnya.
Ahmad Vananzda juga menyoroti peran mahasiswa sebagai elemen kontrol sosial yang sah dalam negara demokrasi.
“Saya sudah menyampaikan kepada mahasiswa agar tetap tenang dan memaafkan. Karena yang mereka lakukan dasarnya adalah niat baik membantu masyarakat kecil,” ujarnya dengan nada lembut.
Lebih lanjut, DPRD meminta agar insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemkot Samarinda, khususnya bagi Satpol PP sebagai pelaksana di lapangan. Vananzda menekankan perlunya pelatihan ulang bagi aparat agar memahami pentingnya komunikasi yang baik serta pendekatan sosial saat menghadapi masyarakat.
“Kita ingin ke depan penertiban dilakukan dengan cara yang lebih bijak dan manusiawi. Jangan sampai citra pemerintah rusak hanya karena pendekatan yang kasar,” tutupnya.
DPRD berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan penataan kota agar tetap berpihak pada keadilan sosial tanpa mengorbankan kemanusiaan. Mereka juga membuka ruang dialog dengan semua pihak agar persoalan seperti di Pasar Subuh tidak kembali terjadi.
(Adv)










