Krisis Air Bersih, DPRD Samarinda Dorong Masyarakat Laporkan Wilayah Terdampak Secara Berjenjang

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal

ANALITIKNEWS.COM – DPRD Kota Samarinda mendorong percepatan penanganan krisis air bersih yang berpotensi meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.

Kesiapsiagaan di tingkat kecamatan diperkuat dengan pembentukan tim penanganan yang diharapkan mampu merespons laporan warga secara cepat dan terkoordinasi.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mengatakan seluruh kecamatan telah memiliki Satgas PDB (Penanggulangan Bencana Daerah).

Keberadaan satgas tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap laporan masyarakat terkait kekurangan air bersih dapat segera ditindaklanjuti.

“Satgas PDB sudah dibentuk di seluruh kecamatan. Karena itu, bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, kami minta segera menyampaikan laporan melalui jalur yang sudah ditentukan secara berjenjang,” ujarnya

Menurut Joha, mekanisme pelaporan menjadi salah satu kunci agar pendistribusian air bersih dapat dilakukan berdasarkan data dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

Masyarakat yang mengalami kekurangan air diminta terlebih dahulu menyampaikan laporan secara kolektif kepada Ketua RT. Laporan tersebut kemudian dilengkapi dengan data warga terdampak, meliputi nama, lokasi, jumlah kepala keluarga atau jiwa yang membutuhkan, estimasi kebutuhan air, serta nomor kontak penanggung jawab.

Data dari tingkat RT selanjutnya diteruskan ke kelurahan untuk direkapitulasi. Setelah dilakukan pendataan, laporan akan dikoordinasikan dan diverifikasi melalui Satgas PDB atau layanan pengaduan resmi.

“Setelah laporan masuk dan dikoordinasikan dengan petugas di lapangan, Satgas PDB akan menentukan jadwal sekaligus titik pendistribusian armada tangki air. Ini penting agar penyaluran dapat dilakukan secara terarah dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya

Ia menilai pelaporan secara berjenjang diperlukan untuk menghindari ketidaktepatan sasaran sekaligus memudahkan petugas menentukan prioritas wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih.

Setelah jadwal distribusi ditetapkan, armada tangki air akan diarahkan menuju lokasi yang telah diverifikasi. Petugas kemudian menyalurkan air kepada warga terdampak hingga seluruh kebutuhan di titik tersebut tertangani.

(adv)