Iran Peringatkan Korsel, Kirim Militer di Selat Hormuz Bakal Hadapi Konsekuensi Serius

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei

ANALITIKNEWS.COM – Korea Selatan harus berhitung ulang sebelum mengirim militernya ke Selat Hormuz.

Rencana Seoul untuk membantu Amerika Serikat mengamankan jalur pelayaran strategis itu kini mendapat peringatan langsung dari Iran yang mengancam akan memberikan “konsekuensi serius” jika Korsel ikut terlibat dalam operasi militer.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan “kontribusi” terhadap upaya keamanan AS di Selat Hormuz. Seoul menyampaikan rencana tersebut pada Jumat (4/9), ketika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus meningkatkan ketegangan di kawasan.

Langkah tersebut membuat posisi Korsel semakin rumit. Sebagai sekutu AS, Seoul memiliki kepentingan untuk menjaga kerja sama strategis dengan Washington. Namun, keterlibatan militer di Hormuz dapat membuat Korsel berhadapan langsung dengan Iran.

Iran Minta Korsel Tak Tunduk pada AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan peringatan tersebut pada Senin (7/9) waktu setempat.

Baghaei menegaskan bahwa Iran tetap menghargai hubungan diplomatik dengan Korea Selatan yang telah berlangsung selama lebih dari 64 tahun.

Menurutnya, kedua negara terus mengembangkan hubungan berdasarkan prinsip saling menghormati.

“Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan,” kata Baghaei.

Meski demikian, Teheran meminta Seoul tidak mengikuti tekanan Amerika Serikat. Iran menilai setiap keterlibatan militer negara lain di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap Washington.

“Setiap pengerahan atau partisipasi militer dalam operasi oleh negara-negara lainnya di Teluk (Persia) atau Selat Hormuz, hanya dapat dianggap sebagai dukungan langsung bagi pihak yang bertanggung jawab atas agresi tersebut dan akan membawa konsekuensi serius,” tegas Baghaei.

Baghaei juga meminta negara-negara lain tidak menjadi bagian dari konflik yang sedang berlangsung. Ia menilai rakyat Iran sedang menghadapi agresi AS dan membela diri.

“Tidak ada negara yang berdaulat dan bertanggung jawab yang patut tunduk pada tekanan dan intimidasi AS, dan menjadi kaki tangan dalam tindakan agresi dan kejahatan mengerikan terhadap bangsa Iran yang besar,” ucapnya memperingatkan.

Seoul Belum Ambil Keputusan

Meski mendapat peringatan keras dari Teheran, pemerintah Korea Selatan belum mengambil keputusan final mengenai pengerahan militernya.

Seoul mengatakan setiap bentuk kontribusi harus tetap mempertahankan kesiapan militernya sendiri. Pemerintah Korsel juga harus melewati proses politik dan administratif sebelum mengirim pasukan atau aset militer ke kawasan tersebut.

Rencana pengerahan itu membutuhkan pembahasan di Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan, persetujuan kabinet, serta izin resmi dari Majelis Nasional.

Di tengah situasi tersebut, Seoul kini harus menyeimbangkan kepentingan keamanan dengan risiko eskalasi. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasokan minyak dan gas global, sehingga keamanan kawasan memiliki arti strategis bagi negara-negara pengimpor energi, termasuk Korea Selatan.

(*)