ANALITIKNEWS.COM – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent tengah mendorong negara-negara G20 untuk mengambil langkah bersama menghadapi lonjakan ekspor China.
Bessent ingin negara-negara anggota meninjau kembali ketentuan perdagangan dengan Beijing guna mengurangi ketimpangan perdagangan global.
Bessent menyampaikan dorongan tersebut menjelang pertemuan para Menteri Keuangan G20.
Ia menilai negara-negara di dunia perlu memberikan tekanan kepada China agar mengubah model ekonominya yang dinilai terlalu bergantung pada ekspor.
Bessent Soroti Surplus China
Bessent menilai lemahnya perekonomian domestik China telah membuat Beijing semakin mengandalkan ekspor sebagai sumber pertumbuhan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak dapat terus berlangsung karena dapat memperbesar ketimpangan perdagangan dengan negara lain.
“Dunia tidak bisa membiarkan China memiliki surplus perdagangan sebesar US$ 1,2 triliun (setara Rp 21.292 triliun),” cetus Bessent dalam pernyataannya.
Ia mengatakan China perlu mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri dan memperkuat konsumsi domestik.
“Di China, perekonomiannya sedang cukup lemah, dan mereka berusaha mengatasinya melalui ekspor, dan mereka perlu menyeimbangkan kembali perekonomian mereka,” ucapnya.
Tekanan Ekspor Menyebar
Bessent juga menyoroti dampak kebijakan perdagangan AS terhadap arus barang China. Tarif tinggi dan pembatasan sejumlah produk China memang telah menekan impor langsung China ke AS.
Namun, langkah tersebut juga membuat produk China mencari pasar alternatif. Eropa dan Amerika Latin menjadi sejumlah kawasan yang menghadapi peningkatan arus impor dari China.
Bessent mengaku telah memperingatkan negara-negara industri lainnya mengenai persoalan tersebut sejak tahun lalu.
“Kini mereka dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sangat sulit,” sebutnya.
Bessent Ingin G20 Bergerak
Bessent kini berusaha membawa persoalan tersebut ke tingkat multilateral melalui G20. Ia menilai negara-negara lain harus ikut meninjau hubungan perdagangan mereka dengan China agar tekanan terhadap Beijing tidak hanya datang dari Washington.
“Negara-negara lainnya di dunia harus meninjau kembali ketentuan perdagangan mereka dengan China,” tegas Menkeu AS tersebut.
(*)
