ANALITIKNEWS.COM – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang mencapai hampir 73 ribu hektare memicu perhatian pemerintah. Di tengah situasi tersebut, muncul kabar di media sosial yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin penanganan karhutla.
Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar tersebut. Ia memastikan pemerintah tidak menunjuk Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla.
“Nggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu,” kata Prasetyo saat ditemui di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Kabar Penunjukan Haji Isam Beredar di Media Sosial
Kabar tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial. Salah satu unggahan di platform X menyebut Prabowo memberikan tugas kepada Haji Isam untuk memimpin penanganan karhutla.
Prasetyo mengatakan pemerintah memang meminta banyak pihak ikut membantu menangani kebakaran hutan dan lahan. Namun, ia menegaskan keterlibatan tersebut tidak berarti pemerintah menunjuk Haji Isam sebagai koordinator.
“Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kan, karena kan kewenangannya bukan di situ,” ujarnya.
Menurut Prasetyo, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk ikut membantu upaya penanganan di lapangan.
BNPB Catat Karhutla Capai 72.798 Hektare
Sementara itu, BNPB mencatat total luas lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai sekitar 72.798,73 hektare.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan data tersebut pada Sabtu (22/8/2026). Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar.
Berikut rincian luas lahan terbakar di sejumlah provinsi:
- Kalimantan Barat: 38.310,89 hektare
- Riau: 16.249,24 hektare
- Kalimantan Selatan: 8.019,62 hektare
- Kalimantan Tengah: 7.634,46 hektare
- Sumatera Selatan: 1.926,23 hektare
- Jambi: sekitar 658,29 hektare
Dari data tersebut, Kalimantan Barat menyumbang lebih dari separuh total luas karhutla yang tercatat BNPB.
Puluhan Ribu Personel Dikerahkan
Selain mencatat luas wilayah terdampak, BNPB juga mencatat pengerahan 57.267 personel satgas darat untuk menangani karhutla.
Rinciannya, Kalimantan Barat mengerahkan 10.010 personel. Kemudian Kalimantan Tengah mengerahkan 10.700 personel dan Kalimantan Selatan sebanyak 1.408 personel.
Selanjutnya, Riau mengerahkan 17.764 personel, Jambi 5.818 personel, dan Sumatera Selatan 11.567 personel.
Dengan luas karhutla yang terus menjadi perhatian, pemerintah mendorong seluruh pihak untuk ikut membantu penanganan kebakaran. Namun, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak memberikan mandat kepada Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla.
(Redaksi)
