Trump Tegaskan AS Pimpin Transisi Venezuela Usai Penangkapan Maduro

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan memimpin proses transisi politik di Venezuela menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh aparat keamanan.

Dalam konferensi pers di klub Mar-a-Lago, Florida, Trump menyatakan bahwa langkah cepat untuk menstabilkan negara tersebut.

banner 325x300

Ia menekankan bahwa perusahaan-perusahaan minyak raksasa asal Amerika Serikat akan segera memulihkan infrastruktur energi Venezuela yang rusak parah akibat krisis berkepanjangan.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat—yang terbesar di dunia—untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dengan nada tegas.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya memperbaiki aset minyak Venezuela, tetapi juga akan mengambil peran aktif dalam menjual “sejumlah besar” minyak ke pasar internasional.

Ia menilai langkah ini akan menguntungkan Venezuela sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin energi global.

Serangan ke Venezuela 

Amerika Serikat (AS) melancarkan rentetan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari. Operasi militer tersebut berujung dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS.

Pemerintah Venezuela menuduh AS melanggar hukum internasional atas serangan tersebut. Kini Maduro telah berada di wilayah AS.

Sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan udara AS ke Venezuela. Informasi tersebut seperti laporan The New York Times, mengutip keterangan seorang pejabat Venezuela, seperti yang Al-Jazeera beritakan

Korban tewas dalam serangan AS mencakup warga sipil dan anggota militer. Salah satu serangan udara menghantam sebuah bangunan hunian tiga lantai di kawasan La Mar Catia, wilayah pesisir yang terletak di sebelah barat Bandara Caracas, Venezuela.

Di antara korban tewas terdapat seorang perempuan lansia bernama Rosa Gonzalez (80), bersama anggota keluarganya. Selain korban tewas, serangan tersebut juga menyebabkan korban luka-luka.

Kebingungan dan kepanikan menyelimuti warga di Caracas, Venezuela, ketika AS meluncurkan serangan. Pada tengah malam, warga berhamburan menuju jendela dan teras rumah. Sejumlah warga juga melaporkan listrik padam di berbagai titik.

“Dari sini, kami bisa mendengar ledakan di sekitar Fort Tiuna,” kata Emmanuel Parabavis (29), seperti pemberitaan AFP. Fort Tiuna merupakan salah satu pangkalan militer terbesar di Venezuela.

Maduro dan Istrinya Dibawa ke New York

Maduro bersama Istrinya ke New York. Pada Minggu (4/1), keduanya tiba di pangkalan militer di sana.

Dilansir AFP, Maduro yang dikawal ketat FBI ini perlahan-lahan turun dari pesawat milik pemerintah AS. Ia saat ini sudah berada di Fasilitas Garda Nasional New York, dan pergi dari landas pacu.

Maduro masih mengenakan pakaian yang sama, sweater dan celana training abu-abu saat tiba di AS.

(*)

1.174 Tayangan
banner 325x300