Solusi Cerdas Atasi Banjir di Damanhuri, Kolam Retensi Jadi Jawaban Wali Kota Andi Harun dan Pemprov Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun (kiri) dan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (kanan)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Kota Samarinda kini semakin fokus dalam menghadapi tantangan banjir yang sering melanda kawasan Damanhuri. Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merancang sebuah solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini, yakni pembangunan kolam retensi di Gang Ogok, Damanhuri.

Kolam retensi ini diyakini dapat menjadi kunci dalam mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

banner 325x300

Dengan luas lahan sekitar 12 hektar, area yang awalnya direncanakan untuk pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, kini diusulkan untuk dibangun sebagai kolam retensi.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, melakukan tinjauan langsung ke lokasi pada Sabtu (11/1/2025).

Andi Harun menyampaikan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar untuk dijadikan model penanggulangan banjir yang efektif dan berkelanjutan di masa depan.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi dan model ke depan. Dengan memanfaatkan lahan seluas 12 hektar ini, kami berharap kolam retensi dapat mengurangi genangan air dan menjaga kestabilan kawasan Damanhuri dari banjir,” ungkap Andi Harun dalam kunjungan tersebut.

“Mudah-mudahan ini bisa jadi model ke depan. Lahan seluas sekitar 12 hektar yang semula direncanakan untuk pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur, kini kami usulkan untuk dibuatkan kolam retensi,” ujarnya.

Andi Harun mengatakan bahwa langkah ini sangat relevan untuk mengatasi banjir jangka panjang, terutama mengingat semakin tingginya curah hujan yang terjadi setiap tahunnya.

Kolam retensi akan dibangun dengan tujuan untuk menampung air hujan yang turun dengan intensitas tinggi, sistem ini dirancang untuk menampung air terlebih dahulu sebelum disalurkan ke saluran drainase setelah hujan reda.

“Pada saat hujan tinggi air akan diarahkan terlebih dahulu ke kolam retensi. Setelah itu dengan sistem pompanisasi air akan dikeluarkan secara perlahan ke saluran drainase sehingga tidak terjadi penumpukan air di jalan dan pemukiman,” ucapnya.

Lebioh lanjut, Andi Harun mengatakan pembangunan kolam retensi ini dipandang sebagai solusi teknis yang efektif mengingat pilihan lain seperti sistem kanalisasi atau reservoir basing sudah tidak memungkinkan lagi untuk diterapkan di kawasan ini. Selain itu, penataan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan banjir.

“Tidak ada pilihan lain selain kolam retensi, mengingat kawasan ini sudah penuh dengan pemukiman. Kami juga akan berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk pengelolaan DAS,” ungkapnya.

Andi Harun juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah provinsi, mengingat lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kolam retensi adalah milik Pemprov Kalimantan Timur.

“Kami sepakat dengan Pj Gubernur untuk membeli lahan tersebut agar pembangunan kolam retensi dapat segera dimulai tanpa perlu menunggu proses hibah yang memakan waktu,” tuturnya.

Sementara itu, Akmal Malik menyambut baik usulan Wali Kota Samarinda tersebut.

“Lahan milik Pemprov ini sangat potensial untuk dijadikan kolam retensi yang akan membantu mengurangi debit air yang mengalir ke kawasan Damanhuri dan sekitarnya,” kata Akmal.

Ia juga menambahkan bahwa di bagian bawah kawasan, akan dibangun kolam retensi tambahan untuk mengurangi aliran air yang melewati Sungai Pinang. Dengan adanya penyangga tambahan tersebut diharapkan masalah banjir di kawasan Damanhuri dan sekitarnya dapat teratasi secara lebih efektif.

“Kolam retensi yang dibangun di sini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang di masa depan. Tugas kami adalah memastikan masyarakat Damanhuri tidak lagi menghadapi banjir setiap tahun dan kami akan terus memaksimalkan potensi lahan yang ada untuk kepentingan bersama,” tuturnya.

(*)

banner 325x300