Presiden Prabowo Dorong Cek Kesehatan Gratis Jangkau 20 Juta Orang Sebelum 17 Agustus

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru diluncurkan secara nasional
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menemui Presiden Prabowo Subianto melaporkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru diluncurkan secara nasional.

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus pada Program CKG ini.

banner 325x300

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa sejak peluncuran program pada 4 Agustus 2025, CKG telah berhasil menjangkau sekitar 17 juta masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah. 

Presiden Prabowo kata dia sangat mengapresiasi pencapaian ini dan menargetkan agar partisipasi masyarakat bisa terus meningkat hingga mencapai 20 juta orang pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025.

“Kan Cek Kesehatan Gratis baru diluncurkannya di sekolah tanggal 4 Agustus kemarin. Jadi Pak Presiden senang sekali karena sekarang sudah 17 juta dan beliau ingin kalau bisa nanti 17 Agustus bisa nggak 20 juta supaya bisa ada pencapaian yang baik di sana,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (5/8/2025).

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit di wilayah-wilayah terpencil juga menjadi salah satu fokus utama. 

Budi juga menjelaskan bahwa dari total 32 rumah sakit yang direncanakan, 22 telah dilakukan peletakan batu pertama, dan sisanya akan menyusul di paruh kedua tahun ini.

“Sisanya 10 akan di-groundbreaking juga di semester kedua ini. Diharapkan mungkin 12 sampai 15 rumah sakit bisa selesai juga di tahun ini, dan itu masyarakat senang sekali dengan pembangunan rumah sakit-rumah sakit di daerah-daerah seperti Reda Bolo, di Borong, itu daerah yang pasti teman-teman nggak pernah dengar lah. Konawe, Buton, Anambas, Taliabu, di Nias. Itu daerah-daerah yang memang Bapak Presiden perhatikan,” jelasnya.

Budi menyampaikan bahwa Prabowo ingin agar seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai. 

“Beliau pengen kalau bisa 514 kabupaten dan kota semua rumah sakitnya bagus-bagus. Kemudian kita juga bicara mengenai rumah sakit ini kalau sudah ada alat-alatnya akan butuh SDM dan butuh pembiayaan. Beliau juga menyampaikan bagaimana arahan supaya dokter-dokternya, dokter-dokter spesialisnya itu bisa dipercepat. Kemudian mengenai pembiayaannya juga bisa dipercepat,” tambahnya.

(*)

banner 325x300