DPRD Dukung Parkir Berlangganan untuk Tingkatkan PAD

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda
Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda

ANALITIKNEWS.COM – Upaya Pemerintah Kota Samarinda memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapat dukungan dari DPRD Kota Samarinda. Salah satu langkah yang tengah didorong ialah penerapan skema parkir berlangganan yang diproyeksikan mampu memberikan tambahan penerimaan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menilai rencana tersebut layak didukung selama mekanismenya mampu berjalan efektif dan memberikan kontribusi nyata terhadap keuangan daerah.

Menurut Ahmad, Pemkot Samarinda telah memaparkan konsep parkir berlangganan kepada DPRD. Skemanya masih dalam pembahasan, termasuk opsi pembayaran yang dikaitkan dengan kepemilikan kendaraan bermotor maupun melalui lingkungan internal aparatur pemerintah.

DPRD Siap Jadi Bagian dari Program

Dukungan DPRD tidak hanya sebatas persetujuan terhadap kebijakan. Ahmad bahkan menyatakan jajaran legislatif siap menjadi salah satu pihak yang ikut menerapkan program tersebut sejak awal apabila telah resmi diberlakukan.

Menurutnya, keterlibatan DPRD dapat menjadi contoh bahwa upaya meningkatkan PAD merupakan tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita di DPRD siap mengikuti parkir berlangganan tersebut. Kalau perlu kita bayar duluan,” ujar Ahmad.

Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan DPRD dalam membantu Pemkot Samarinda mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah.

Berpotensi Sumbang Rp200 Miliar

Ahmad menyebut parkir berlangganan memiliki potensi penerimaan yang cukup besar. Jika diterapkan secara menyeluruh dan pengelolaannya berjalan sesuai target, program tersebut diperkirakan dapat menyumbang sekitar Rp200 miliar per tahun.

Tambahan tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan fiskal Samarinda sekaligus membantu pemerintah daerah mengejar target PAD yang telah ditetapkan.

“Artinya kita bisa mendapat hingga Rp200 miliar per tahun, otomatis PAD bertambah,” kata Ahmad.

Ia berharap dukungan politik dari DPRD dapat membantu memperlancar realisasi program. Dengan kolaborasi antara DPRD dan Pemkot, target peningkatan PAD dinilai semakin terbuka untuk dicapai.

Target PAD Terus Dinaikkan

Ahmad menyadari peningkatan pendapatan daerah membutuhkan proses. Menurutnya, pemerintah tidak bisa mengandalkan satu program untuk langsung mengerek PAD secara signifikan, melainkan harus mengoptimalkan berbagai sektor secara bertahap.

Meski begitu, perkembangan PAD Samarinda dalam beberapa tahun terakhir dinilai menunjukkan arah yang positif. Ahmad menyebut PAD pada 2025 berada di sekitar Rp1,1 triliun dan kemudian meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2026.

Untuk 2027, DPRD bersama Pemkot Samarinda telah menetapkan proyeksi PAD sebesar Rp1,3 triliun. Tren tersebut menjadi dasar optimisme bahwa pendapatan daerah masih dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan adanya tambahan sumber pendapatan, termasuk dari parkir berlangganan, DPRD melihat target PAD Samarinda sebesar Rp1,5 triliun bukan hal yang mustahil.

Ahmad mengatakan angka tersebut bahkan berpeluang dicapai pada 2028 apabila tren pertumbuhan PAD dapat dipertahankan dan berbagai potensi pendapatan berhasil dioptimalkan.

“Tidak menutup kemungkinan di 2028 bisa mencapai Rp1,5 triliun untuk PAD kita,” pungkasnya.

(*)