ANALITIKNEWS.COM – Wasit asal Somalia, Omar Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang tugasnya di Piala Dunia 2026.
Terkait hal ini, Presiden FIFA, Gianni Infantino meminta masyarakat untuk tetap tenang.
Penolakan wasit asal Somalia ini menjadi sorotan publik karena Artan sebelumnya telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu ofisial pertandingan Piala Dunia 2026.
Penunjukan itu membuka peluang bagi dirinya untuk mencatat sejarah sebagai wasit pertama dari Somalia yang bertugas di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Namun, harapan tersebut pupus setelah otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak memberikan izin masuk kepada Artan. Keputusan itu membuatnya tidak dapat mengikuti agenda resmi FIFA maupun menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepadanya.
Kritik Mengarah kepada Tuan Rumah
Penolakan terhadap Artan memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana seorang ofisial yang telah melalui proses seleksi FIFA dan ditugaskan secara resmi justru tidak dapat memasuki salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026.
Kontroversi ini semakin mencuat karena Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut. Sejumlah pengamat menilai kasus ini dapat menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan penyelenggaraan turnamen yang melibatkan peserta, ofisial, dan tamu dari berbagai negara.
Di media sosial, banyak penggemar sepak bola menyampaikan kekecewaan mereka atas keputusan tersebut. Mereka menilai penolakan itu telah menghilangkan kesempatan bersejarah bagi Somalia untuk memiliki wakil pertama di jajaran wasit Piala Dunia.
FIFA Akui Memiliki Keterbatasan
Menanggapi situasi tersebut, Infantino menyampaikan rasa simpatinya kepada Artan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur keputusan yang diambil oleh pemerintah suatu negara terkait kebijakan imigrasi.
“Sangat disayangkan apa yang terjadi pada Omar. Tapi kita tidak bisa mengendalikan segalanya. Kita berusaha, kita berdiskusi, dan kita akan berbicara,” kata Infantino dikutip dari Sky Sports.
Menurut Infantino, FIFA telah berupaya mencari jalan keluar melalui komunikasi dan diskusi dengan berbagai pihak terkait. Namun, keputusan akhir mengenai izin masuk tetap berada di tangan otoritas negara yang bersangkutan.
Imbauan untuk Tidak Marah-Marah
Dalam konferensi pers tersebut, Infantino juga meminta publik untuk tidak terburu-buru meluapkan kemarahan atas kasus yang menimpa Artan. Ia menilai reaksi emosional yang berlebihan justru dapat menghambat upaya penyelesaian masalah.
“Mungkin terkadang ada baiknya juga untuk bersantai dan rileks. Kita mengerjakan semuanya dan mencoba menyelesaikan semuanya. Terkadang, berteriak dan marah-marah justru memberikan efek sebaliknya, yaitu menghambat pencarian solusi,” kata Infantino.
Pernyataan itu menjadi bagian dari respons FIFA terhadap berbagai kontroversi yang mewarnai persiapan Piala Dunia 2026. Infantino menegaskan bahwa organisasinya terus bekerja untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.
Kasus yang menimpa Omar Artan kini menjadi sorotan dunia sepak bola. Banyak pihak berharap FIFA dan otoritas terkait dapat menemukan solusi yang memungkinkan semua ofisial yang telah ditunjuk menjalankan tugas mereka tanpa hambatan. Sementara itu, kontroversi tersebut menambah daftar tantangan yang harus dihadapi penyelenggara menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
(*)




