ANALITIKNEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang Presiden dan Wapres terdahulu ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3)
Selain Presiden dan Wapres, Prabowo juga mengundang mantan menteri luar negeri dan seluruh ketua umum partai politik di parlemen.
Ini merupakan konsolidasi nasional sebagai respons atas dinamika global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian.
Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo menekankan pentingnya persatuan lintas elemen bangsa guna menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Diskusi berlangsung intens selama kurang lebih empat jam, membahas perkembangan geopolitik hingga kesiapan Indonesia menghadapi krisis global.
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, menyampaikan kepada awak media bahwa langkah konsolidasi ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah terhadap gejolak internasional.
“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global itu bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” ucap Bahlil.
Ia menegaskan bahwa segala upaya yang dilakukan pemerintah saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia menghadapi segala kemungkinan.
“Kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan juga adalah kesiapan-kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” pungkasnya.
Sikap PKS terhadap Konsolidasi
Selain Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menegaskan dukungan terhadap langkah pemerintah. Ketua Umum PKS, Almuzzammil Yusuf, menyoroti keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) sebagai pilihan paling realistis dalam merespons dinamika global.
“Penjelasan yang menurut saya beliau menjelaskan pilihan yang memang terberat dari yang ada, yang paling mungkin dari yang ada, bukan pilihan-pilihan ideal,” ujar Almuzzammil.
Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini telah secara strategis menjaga stabilitas nasional di tengah krisis global, termasuk terkait situasi di Iran dan Israel.
Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup ketahanan pangan hingga energi nasional. “Intinya pada pertahanan kita, pada kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang persiagaan pangan kita, persiagaan energi kita, dan dialog elit kita,” ungkapnya.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyatukan pandangan seluruh elemen bangsa.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kolaborasi lintas generasi dan lintas partai politik menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global. Dengan melibatkan tokoh-tokoh bangsa, pemerintah berupaya menciptakan ruang dialog yang inklusif dan kolaboratif.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada isu domestik, tetapi juga aktif merespons perkembangan geopolitik internasional. Situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut kesiapan nasional dalam berbagai aspek, mulai dari pertahanan, pangan, energi, hingga diplomasi.
(*)










