ANALITIKNEWS.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang digelar di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dalam momentum ini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerukan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan dua periode.
“Kalau saya mengatakan Gerindra jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode,” kata Muzani.
“Gerindra, menang. Prabowo, presiden. Presiden, dua periode,” imbuh Muzani yang disambut teriakan kader.
Lebih lanjut Muzani mengatakan sejak dilantik menjadi presiden, Prabowo sudah memikirkan rakyat.
Prabowo, kata dia, ingin menghapus hutang para petani, menghapus hutang para nelayan, menghapus hutang para UMKM.
Menurutnya, hutang-hutang itu membuat masyarakat terbebani.
“Maka kemudian dengan kekuasaan yang diberikan oleh rakyat, Presiden Prabowo menghapus utang petani, menghapus utang UMKM, menghapus utang nelayan,” katanya.
Ia juga mengatakan Prabowo berusaha menekan ongkos naik haji pada 2025 dan 2026.
“Catatan lain, kemudian dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Presiden Prabowo menekankan agar biaya ongkos naik haji diturunkan. Maka itulah pertama kali dalam sejarah, biaya naik haji turun cukup signifikan,” ujarnya.
PKB Dukung Prabowo Dua Periode
Prabowo dua periode tidak hanya menggema dari internal Partai Gerindra. Dukungan juga datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sebelumnya, Ketua DPP PKB, Syaiful Huda, menegaskan partainya telah sepakat mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Ia menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan keputusan bulat dari PKB. Meski demikian PKB belum membahas mengenai calon wakil presiden.
“Ya PKB bulat dukung untuk minimal dua periode,” kata Huda kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Huda menekankan bahwa saat ini PKB hanya fokus memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa diskusi internal partai belum menyentuh soal calon wakil presiden.
“Sementara ini yang jadi diskusi kita mendukung Pak Presiden dulu. Kita belum, belum ngomongin soal cawapres,” sambungnya.
Menurut Huda, PKB menilai banyak program strategis pemerintah yang harus berlanjut.
“Belum, kita belum ngobrolin itu (cawapres). Sementara ini fokus kita bantu Pak Prabowo dan melihat beberapa agenda strategis beliau, terutama yang menjadi preferensi kuat PKB adalah menyangkut soal keinginan beliau membikin sistem ekonomi baru, yang kami sebutnya sebagai sistem perubahan sistem ekonomi konstitusi itu,” jelasnya.
Huda juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan pengurus PKB bersama Prabowo pada Rabu (4/2), banyak hal yang jadi pembahasan.
Ia mengatakan Prabowo memberikan arahan kepada PKB, meski ia belum bisa mengungkapkan detail arahan tersebut.
“Prinsipnya PKB mendorong penuh beliau, memastikan supaya kepemimpinan beliau sukses pada periode pertama, dan nanti berlanjut pada periode kedua. Jangan sampai semua agenda yang sudah dirancang sudah disiapkan, berhenti di tengah jalan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa PKB tidak ingin agenda strategis Prabowo terhenti sebelum tuntas.
“Karena PKB tidak ingin agenda berhenti di tengah jalan, agenda-agenda beliau berhenti di tengah jalan, karena itulah PKB menyampaikan kepada beliau, kompak untuk mendukung beliau minimal dua periode,” imbuhnya.
(*)










