Hukum  

OTT Bupati Pati, KPK Amankan Dua camat dan Tiga Kepala Desa

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang dalam jumlah miliaran rupiah saat OTT Bupati Pati, Sudewo.

Uang tersebut diduga terkait praktik jual beli jabatan perangkat desa.

banner 325x300

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

“Dalam peristiwa ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah. Nanti kami akan sampaikan (lengkapnya),” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1).

Lebih lanjut Budi mengatakan ada harga yang dipatok Sudewo untuk posisi tertentu di pemerintah desa, seperti Kepala Urusan, Kepala Seksi, dan Sekretaris Desa.

Jumlah pastinya akan disampaikan secara detail dalam konferensi pers hari ini.

“Ada. Jadi, memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa. Nanti kami akan sampaikan secara detail angka-angkanya,” imbuhnya.

Selain Sudewo, KPK turut menangkap dua camat, tiga kepala desa, dan dua orang calon perangkat desa. Mereka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

“Nanti secara lengkap akan kami sampaikan pengisian jabatan ada di wilayah mana saja, untuk berapa desa, untuk berapa jabatan, nanti kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers,” kata Budi.

Total Kekayaan Sudewo Rp 31,5 Miliar

Adapun berdasarkan LHKPN yang dilaporkan Sudewo pada 11 April 2025, ia memiliki total kekayaan sebesar Rp 31.519.711.746.

Berikut rincian harta kekayaan Bupati Pati Sudewo berdasarkan LHKPN:

– Tanah dan bangunan: Rp 17,03 miliar yang tersebar di Solo, Yogyakarta, Bogor, Depok, Pacitan, dan Tuban

–  Kendaraan: Rp 6,33 miliar termasuk BMW X5 2023, Toyota Alphard 2024, Toyota Land Cruiser 2019, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Harrier, dan Toyota Innova

– Surat berharga: Rp 5.397.500.000

–  Kas dan setara kas: Rp 1.960.276.746

–  Harta bergerak lainnya: Rp 795 juta.

Dalam laporan tersebut, Sudewo menyatakan tidak memiliki utang, sehingga seluruh nilai tersebut tercatat sebagai kekayaan bersih.

Profil Sudewo

Sudewo merupakan politikus yang memiliki pengalaman panjang baik di bidang profesional, politik hingga pemerintahan. Sudewo lahir di Pati pada 11 Oktober 1968. Dia meraih gelar S‑1 Teknik Sipil dari Universitas Sebelas Maret (1993) dan S‑2 Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (2001).

Karier profesionalnya dimulai di PT Jaya Construction (1993–94), kemudian bekerja sebagai honorer di departemen Pekerjaan Umum, PNS Departemen Pekerjaan Umum Kanwil Jawa Timur (1997-1999) dan PNS Dinas PU Karanganyar hingga (1999-2006).

Sempat menjadi wiraswasta, Sudewo terjun ke dunia politik. Awalnya, dia bergabung dengan Partai Demokrat, dan terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Jateng 7 pada periode 2009–2014 di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Karier politiknya berlanjut bersama Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto. Di Gerindra, Sudewo kembali melenggang menjadi Anggota DPR RI pada periode 2019–2024.

Dalam Pemilu 2024, dia kembali terpilih sebagai legislator untuk periode 2024–2029 tetapi memilih meninggalkan Senayan untuk maju di Pilkada Pati 2024.

Sudewo berpasangan dengan wakilnya, Risma Ardhi Chandra, diusung Partai Gerindra pada Pilkada Pati 2024. Dia akhirnya terpilih sebagai Bupati Pati dan resmi dilantik pada awal 2025.

Selama berpolitik, Sudewo pernah terlibat menjadi tim pemenangan dalam dua gelaran Pilkada yakni Pacitan dan Jawa Tengah. Sudewo tercatat pernah menjadi Timses Pilkada Pacitan (2005) dan Koordinator Timses Pilgub Jawa Tengah (2008).

Di Gerindra, Sudewo saat ini mendapatkan jabatan Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra (2019–sekarang).

(*)

banner 325x300