Iran Siap Perang Jika Pemimpin Tertinggi Jadi Target

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang penuh terhadap bangsa Iran.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X, menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington tengah mencari “pemimpin baru” bagi Iran.

banner 325x300

“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” tegas Pezeshkian.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap tegas pemerintah Iran terhadap ancaman yang menyasar legitimasi kepemimpinan tertinggi di negara itu.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kekerasan yang terjadi selama demonstrasi anti-pemerintah di Iran. Ia menyatakan bahwa aktor-aktor yang terkait dengan kedua negara itu bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang selama protes yang berlangsung lebih dari dua minggu.

“Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu,” kata Khamenei dalam pernyataannya seperti pemberitaan Al-Jazeera pada Minggu (18/1).

Khamenei menuduh Washington dan Tel Aviv terlibat langsung dalam kekerasan tersebut. Ia bahkan menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai seorang “kriminal.”

Menurutnya, pemberontakan anti-pemerintah kali ini berbeda dari sebelumnya karena keterlibatan pribadi Trump.

“Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda karena presiden AS secara pribadi terlibat,” ujarnya.

Pernyataan keras dari Khamenei dan Pezeshkian memperlihatkan eskalasi retorika yang semakin tajam antara Teheran dan Washington. Iran menegaskan bahwa ancaman terhadap pemimpin tertinggi bukan hanya serangan politik, melainkan juga serangan terhadap kedaulatan nasional.

Sementara itu, tuduhan keterlibatan langsung AS dan Israel dalam kerusuhan domestik memperdalam jurang ketidakpercayaan antara kedua belah pihak.

Trump Dorong Pergantian Kepemimpinan Iran

Presiden Amerika Serikat , Donald Trump kembali menyulut situasi panas di Iran. Kali ini Trump menyebut agar Ayatollah Ali Khamenei segera mengakhiri kekuasaannya yang telah berlangsung selama 37 tahun lamanya. Hal Trump sampaikan di tengah meredanya gelombang protes besar-besaran yang menuntut agar rezim Ayatollah Ali Khamenei.

“Sudah waktunya Iran mencari pemimpin baru,” kata Trump dikutip dari laman POLITICO, Minggu 18 Januari 2026.

Dalam tiga pekan terakhir, ribuan pengunjuk rasa di berbagai wilayah Iran dilaporkan tewas. Situasi itu membuat Trump berulang kali melontarkan ancaman intervensi militer.

Pada Selasa lalu, Trump bahkan menyerukan rakyat Iran untuk terus melakukan protes dan mengambil alih institusi-institusi negara, sembari mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Namun kemudian, Trump tiba-tiba mengubah sikap. Ia mengaku mendapat informasi bahwa pembunuhan terhadap para demonstran telah dihentikan.

“Keputusan terbaik yang pernah dia buat adalah tidak menggantung lebih dari 800 orang dua hari lalu,” ujar Trump pada Sabtu, saat ditanya mengenai kemungkinan skala operasi militer AS di Iran.

(*)

banner 325x300