Daerah  

Pengetatan Fiskal Tekan Anggaran, Brida Kaltim Tata Ulang Prioritas Riset 2026–2027

FOTO : Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah yang menjelaskan pentingnya penyusunan strategi guna meminimalkan dampak penyusutan anggaran terhadap pembangunan daerah. (IST)
banner 120x600
banner 468x60

ANALITIKNEWS.COM – Pengetatan fiskal yang diproyeksikan berlangsung hingga dua tahun anggaran ke depan mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur menata ulang arah kebijakan riset dan inovasi. Menghadapi keterbatasan anggaran pada periode 2026–2027, Brida Kaltim memfokuskan program pada kegiatan prioritas agar riset tetap berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.

Langkah penyesuaian ini muncul dalam pembahasan Brida Kaltim bersama DPRD Kalimantan Timur. Dalam forum tersebut, Brida memetakan ulang program kerja berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan riset daerah tetap relevan di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.

banner 325x300

Pengetatan Fiskal Pengaruhi Arah Kebijakan Riset Brida Kaltim

Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, menyampaikan bahwa pengetatan fiskal memaksa pemerintah daerah, termasuk Brida, untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas program. Menurutnya, pembahasan dengan DPRD menjadi momentum penting untuk menyelaraskan agenda riset dengan kondisi keuangan daerah yang realistis.

“Intinya kami ingin memastikan agenda riset dan inovasi Brida tetap berjalan efektif dalam dua tahun mendatang, meskipun anggaran mengalami penyesuaian,” ujar Fitriansyah di Samarinda, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan bahwa Brida tidak sekadar memangkas kegiatan, tetapi melakukan penataan ulang secara strategis agar setiap program memiliki dampak yang terukur.

Anggaran Brida Kaltim 2026 Turun Jadi Rp19 Miliar

Dari sisi pendanaan, Brida Kaltim diproyeksikan mengelola anggaran sekitar Rp19 miliar pada tahun 2026. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan rencana awal yang berada di kisaran Rp23 hingga Rp24 miliar. Penurunan pagu tersebut mendorong Brida untuk lebih cermat menentukan program yang dilanjutkan maupun ditunda.

Fitriansyah menegaskan bahwa penurunan anggaran tidak akan menurunkan kualitas riset. Sebaliknya, kondisi ini mendorong Brida untuk memprioritaskan riset terapan yang dapat langsung diimplementasikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Fokus Riset Terapan untuk Dampak Nyata Pembangunan Daerah

Brida Kaltim menegaskan fokus pada riset terapan sebagai strategi utama menghadapi keterbatasan anggaran. Riset jenis ini dinilai mampu menjawab kebutuhan konkret pembangunan daerah serta memberikan hasil yang cepat dirasakan manfaatnya.

Menurut Fitriansyah, riset terapan juga memperkuat posisi Brida sebagai lembaga yang menjembatani kebutuhan kebijakan daerah dengan kapasitas keilmuan akademisi.

Kolaborasi Perguruan Tinggi Jadi Strategi Efisiensi Riset

Dalam menghadapi tekanan fiskal, Brida Kaltim memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran riset sekaligus menjaga kualitas inovasi.

“Harapannya, riset yang dilakukan tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa menghasilkan solusi konkret bagi daerah,” kata Fitriansyah.

Brida mendorong hasil riset akademik agar dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan atau produk inovatif yang aplikatif.

Inovasi Produk Lokal Tetap Jadi Prioritas Brida Kaltim

Meski anggaran terbatas, Brida Kaltim memastikan sejumlah program unggulan tetap berlanjut. Salah satunya adalah pengembangan produk berbasis sumber daya lokal seperti Haruan Oil Plus untuk mendukung pencegahan stunting.

Fitriansyah menilai inovasi berbasis potensi lokal memiliki nilai strategis karena mampu menjawab persoalan kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan kekayaan daerah.

Brida Kaltim Dorong Inovasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas Petani

Selain sektor kesehatan, Brida Kaltim juga memprioritaskan inovasi pertanian. Pengembangan mesin pencacah rumput menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

Inovasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan memperkuat daya saing sektor pertanian di Kalimantan Timur.

Riset Kapal Wisata Listrik Dukung Transportasi Ramah Lingkungan

Brida Kaltim juga mengembangkan riset transportasi ramah lingkungan, termasuk kapal wisata berbasis listrik. Uji coba awal telah dilakukan di kawasan folder dan direncanakan diterapkan di Sungai Karang Mumus, Samarinda.

“Inovasi kapal wisata listrik sudah diuji coba. Tahap awal kami harapkan bisa diaplikasikan di Sungai Karang Mumus,” ujar Fitriansyah.

Pemilihan Sungai Karang Mumus dinilai strategis karena memiliki nilai lingkungan, pariwisata, dan simbol penataan kawasan perkotaan berkelanjutan.

Brida Kaltim Tegaskan Riset dan Inovasi Tetap Berjalan

Ke depan, Brida Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi motor penggerak riset dan inovasi daerah meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Dengan fokus pada riset terapan, kolaborasi lintas sektor, dan keberlanjutan program unggulan, Brida optimistis inovasi tetap menjadi fondasi pembangunan Kalimantan Timur.

Penataan ulang prioritas ini menegaskan bahwa di tengah pengetatan fiskal, riset dan inovasi tidak boleh berhenti, melainkan harus semakin tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

(tim redaksi)

1.023 Tayangan
banner 325x300