Anggaran MBG Terancam Dipangkas, BGN Periksa Dapur yang Bermasalah

Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono

ANALITIKNEWS.COM – Pemerintah kembali membuka ruang untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga di bawah Rp200 triliun. Di tengah wacana tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memburu titik-titik pemborosan dengan memeriksa operasional dapur MBG dan mengevaluasi penggunaan anggaran.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya terus menyisir sisa anggaran MBG untuk memastikan tidak ada dana yang terserap oleh kegiatan yang tidak berjalan. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah dapur yang tercatat beroperasi, tetapi ternyata tidak menjalankan kegiatan.

“Nah, jadi dari (anggaran MBG) Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada enggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi. Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa,” ujar Sudaryono di Gedung DPR Jakarta, Kamis (3/9) malam.

Sudaryono Siap Efisiensi

Sudaryono belum memastikan apakah anggaran MBG benar-benar akan berada di bawah Rp200 triliun. Namun, ia menyatakan BGN akan mengikuti target pemerintah dengan mengoptimalkan efisiensi.

“Ya, kami untuk di bawah Rp 200 triliun tahun depan, ya, Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin,” kata Sudaryono.

BGN selanjutnya akan menghitung kembali kebutuhan anggaran bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pembahasan juga akan dilakukan secara internal untuk mencari pos-pos yang masih dapat diefisienkan.

“Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi,” sambungnya.

Anggaran MBG Sudah Dipangkas

Wacana pemangkasan tersebut muncul setelah pemerintah beberapa kali menurunkan alokasi anggaran MBG. Purbaya menjelaskan anggaran program ini sebelumnya mencapai Rp330 triliun.

Pemerintah kemudian melakukan efisiensi hingga angkanya menjadi sekitar Rp260 triliun. Anggaran tersebut kembali ditekan menjadi Rp240 triliun.

Kini, Purbaya melihat peluang penghematan yang lebih besar setelah berdiskusi dengan Sudaryono.

“Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

BGN Perketat Pengadaan

Selain menyisir dapur MBG, Sudaryono memastikan BGN akan memperketat pengadaan barang dan jasa. Ia tidak ingin anggaran program terserap untuk kebutuhan yang tidak jelas.

“Jadi, kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada.Kami pastikan itu,” ujarnya.

BGN menegaskan setiap rupiah anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya. Evaluasi terhadap dapur, pengadaan, serta kebutuhan program akan menjadi bagian dari upaya BGN mencapai efisiensi anggaran MBG.

(*)