ANALITIKNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tengah meninjau serangkaian opsi tegas terhadap Iran, menyusul laporan kelompok HAM yang menyebut lebih dari 500 orang tewas dalam aksi unjuk rasa di negara itu.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyebut salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah serangan militer langsung terhadap Iran.
“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Militer juga sedang mempertimbangkannya. Kami sedang meninjau beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” ujar Trump, dikutip AFP.
Trump telah menyatakan bakal turun tangan membantu warga Iran jika aparat melakukan kekerasan.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), HRANA, melaporkan bahwa aparat keamanan menewaskan sebanyak 490 pedemo dan kehilangan 48 anggotanya dalam demo Iran. Aparat juga menangkap lebih dari 10.600 orang.
Trump Bakal Turun Tangan
Pada Selasa (13/1), Trump dijadwalkan bertemu dengan sejumlah penasihat senior untuk membahas masalah Iran. The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Trump membuka opsi intervensi di Iran, termasuk menggunakan serangan militer.
Sejumlah pejabat juga mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Trump sudah memutuskan untuk membantu para demonstran di Iran. Ia saat ini menggodok sejumlah rencana, mulai dari bantuan militer, bantuan siber, hingga bantuan jaringan internet.
Sejak Kamis (8/1), pemerintah Iran memutus akses internet seiring dengan meningkatnya eskalasi protes. Pedemo membakar gedung-gedung pemerintah serta kendaraan dan fasilitas umum.
Lembaga HAM memperkirakan bahwa demo di Iran telah meletus di seluruh provinsi negara itu.
Pada Minggu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga mengadakan pertemuan dengan menteri dan pejabat keamanan terkait situasi di Iran.
Netanyahu memutuskan tidak ikut campur secara terbuka di Teheran dan membiarkan AS mengambil langkah. Pada saat yang sama, Netanyahu bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari Iran.
Iran memperingatkan agar AS dan Israel tak ikut campur soal masalah domestik Teheran dan mengancam akan menyerang Israel serta pangkalan dan kapal Washington apabila kedua negara nekat mengintervensi.
Iran Tetapkan Masa Berkabung
Dalam hal ini Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung tiga hari untuk menghormati warganya yang tewas.
Pemerintah Iran membuat pengumuman itu pada Minggu (11/1) waktu setempat. Pemerintah menyebut mereka yang meninggal sebagai ‘martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika dan rezim zionis’.
“Rakyat Iran telah mengalami langsung teroris kriminal yang melancarkan kekerasan perkotaan seperti ISIS terhadap warga sipil, anggota Basij, dan pasukan keamanan. Kekerasan itu mengakibatkan banyak kematian dengan tingkat kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga saat ini,” kata Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) dilansir CNN International, Senin (12/1/2026).
(*)
